
SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Samarinda Nursobah mengatakan aksi balapan liar di kalangan remaja menjadi meresahkan banyak pihak. Terutama di bulan suci Ramadan ini pada saat waktu menunggu sahur.
Menurutnya, dalammemberikan solusi dalam permasalahan ini, peran orang tua dan masyarakat juga penting untuk dilakukan nasehat.
“Memang ibadah itu banyak cara di bulan Puasa ini, termasuk membangunkan sahur. Tetapi jangan dikemas dengan aksi balapan liar, itu sangat menganggu. Sebaiknya lakukan kebaikan itu berimbas pada diri pribadi juga, jangan melakukan aksi justru membahayakan diri dan orang lain,” terangnya.
Selain itu, kata Nursobah, jajaran Satpol PP dan pihak yang berwenang agar terus melakukan sweeping aksi yang dilakukan remaja di jalanan tersebut. Dilakukan penertiban dan pembinaan. Sehingga remaja itu tidak melakukan aksi balapan liar lagi.
“Maka perlu Pemkot Samarinda melalui Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) juga turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Ajaklah remaja-remaja itu, sediakan fasilitas seperti sirkuit untuk penyaluran hobi para remaja itu lebih tepat dan bisa mengukir prestasi,” ungkapnya.
Nursobah meminta Disporapar Samarinda jangan hanya mengurus soal pariwisata dan ekonomi. Tetapi minat dan bakat kepemudaan juga harus diperhatikan untuk merespon persoalan ini. Sehingga kenakalan remaja itu disalurkan sesuai dengan minat bakatnya.
“Harus dicermati dengan baik masalah ini, karena menyediakan sarana olahraga itu juga sama halnya membangun ekosistem pariwisata, di sana juga sediakan UMKM. Hobi para remaja disalurkan, pariwisata kuliner UMKM juga jalan,” sebutnya.
Selain itu, melalui Disporapar Samarinda memerintahkan seluruh camat dan lurah agar membuat suatu kegiatan keagamaan. Yang melibatkan para remaja di bulan Puasa ini, sehingga mereka selain mendapatkan kebaikan juga sebagai bentuk melakukan pencegahan terhadap kenakalan remaja di jalanan.
“Saya rasa ini lebih tepat, menyesuaikan suasana saat ini perlu dilakukan berkerja sama dengan ormas keagamaan bahkan dengan ikatan motor Indonesia (IMI) untuk mengelar kegiatan yang positif,” tutupnya. (zu)












