
SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) memiliki program tentang penciptaan 10 Ribu Wirausaha baru (Start Up) dalam bentuk Usaha Mikro Kelas Menengah (UMKM). Program unggulan ini ditanggapi Anggota Komisi II DPRD Samarinda Laila Fatihah.
Menurutnya program tersebut masih kurang efektif untuk masyarakat. Karena jika dilihat dari Program Probebaya, para pelaku UMKM yang diberikan pelatihan atau edukasi itu masih bingung untuk menjual hasil yang telah mereka buat.
“Untuk dikatakan efektif belum, sama seperti program Probebaya. Efektifnya yang di mana mereka (Pelaku UMKM, Red.) diberikan edukasi atau pelatihan, tetapi terkendala jua setelah pelatihan mereka ini bingung harus apa,” ucapnya.
Menurut Laila, harus ada pendamping khusus untuk para pelaku UMKM tersebut. Agar diberi tuntunan dan arahan dalam menjual produknya. Sehingga para pelaku UMKM dapat mengetahui arah dan untuk mendistribusikan produknya.
“Dan ini juga membuktikan bahwa Pemerintah benar-benar tuntas mendampingi masyarakatnya,” sebutnya.
“Menurut saya harus perlu pendampingan sampai tuntas. Bahkan sampai mereka bisa mandiri dan mereka merasa didampingi dan dilindungi oleh pemerintah,” pungkas Laila. (zu)












