Dinkes Kaltim Bakal Optimalkan Pelayanan Posyandu untuk Lansia

Dinkes Kaltim Bakal Optimalkan Pelayanan Posyandu untuk Lansia
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kaltim Fit Nawati. (Komparasinews.id)

SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim tengah mengoptimalkan pos pelayanan terpadu (posyandu) agar bisa melayani orang yang lanjut usia (lansia). Di samping memaksimalkan penanganan terhadap pertumbuhan balita dalam program menekan atau mencegah stunting.

“Hal ini berarti layanan di posyandu akan lebih fokus pada pengawalan siklus kehidupan, di mana lansia, remaja, bayi, dan balita akan mendapatkan layanan yang terintegrasi dalam satu tempat,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kaltim Fit Nawati di Samarinda, Selasa (5/9/2023).

Dia menuturkan, dengan adanya integrasi tersebut, Dinkes Kaltim berharap keluarga yang memiliki bayi atau balita juga akan membawa lansia ke posyandu.

Baca Juga  Porprov Kaltim Siap Digelar Bulan November di Paser

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan penanganan terhadap penyakit tidak menular dan mengupayakan kesehatan dan produktivitas lansia,” jelasnya

Pihaknya berharap dengan adanya layanan integrasi tersebut, Dinkes Kaltim dapat memberikan perhatian yang holistik terhadap kesehatan masyarakat. Termasuk pertumbuhan balita dan penanganan kesehatan semua fase usia.

“Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memaksimalkan upaya pencegahan stunting pada balita dan meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup lansia,” sebut Fit Nawati.

Dikemukakannya, dalam pengawasan posyandu bukan hanya Dinas Kesehatan yang terlibat, tetapi juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) serta dinas lain yang saling terkait.

Baca Juga  Drainase Disinyalir Bermasalah, Dewan Samarinda Tinjau Lokasi Rawan Banjir

Menurutnya, salah satu indikator penting yang dipantau dalam posyandu adalah pertumbuhan bayi. Pemantauan pertumbuhan balita saat ini sekitar 40 persen, namun harapannya adalah mencapai minimal 90 persen.

“Dengan memantau pertumbuhan bayi, kita dapat mengetahui jika ada gangguan gizi dan melakukan intervensi sejak dini,” tandasnya.

Fit Nawati juga menambahkan, jika pertumbuhan bayi tidak naik, pada saat pemeriksaan kedua kali, mereka harus dirujuk. Jika ada indikasi masalah gizi, sudah cukup dengan satu kali pemeriksaan, maka segera merujuk bayi tersebut.

Baca Juga  Tenggarong Seberang Persiapkan Acara Peringatan HKG Ke-52 PKK Tingkat Kabupaten

“Dengan begitu, petugas kesehatan dapat segera menangani masalah gizi sejak dini,” pungkasnya. (nt)