Abdul Rohim Nyatakan Siap Terima Tantangan Diskusi Masalah Pasar Pagi Di Kota Tepian

Anggota Komisi II DPRD Samarinda Abdul Rohim. (Istimewa)

SAMARINDA – Sejak adanya wacana pembangunan ulang Pasar Pagi, kini membuat kekhawatiran berkepanjangan di kalangan pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Pasar Pagi (FP3). Setelah mengadu ke DPRD Samarinda pada Kamis (5/10/2023), kejelasan nasib mereka hingga kini masih belum jelas. 

Justru Wali Kota Samarinda, Andi Harun menantang dewan untuk berdiskusi akan urgensi rekonstruksi Pasar Pagi. Hal ini pun ditanggapi langsung oleh Anggota Komisi II DPRD Samarinda Abdul Rohim. 

“Kami terima tantangannya, kami siap diundang,” ungkap Rohim, Rabu (11/10/2023). 

Baca Juga  Distanak Kukar Sempurnakan Renstra 2025–2029, Fokus Kebutuhan Nyata Petani dan Peternak

Dia mengungkapkan, seharusnya hal ini telah disikapi serius oleh Pemkot Samarinda. Namun hal ini tidak tampak dari undangan yang telah dilayangkan komisi II DPRD pada Kamis pekan lalu. 

“Kami sudah undang rapat dinas-dinas terkait, tapi yang datang bukan kadis-kadisnya,” ujar Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. 

Sehingga dia pun bersepakat bersama pedagang untuk menunggu kejelasan dari Pemkot Samarinda, mengenai tempat yang bakal digunakan untuk relokasi sementara pada pedagang. Sebab jumlah pedagang saat ini tak kurang mencapai 2800 orang yang memiliki kios disana. 

Baca Juga  'Makam' Edy Mulyadi di Tengah Jalan Hebohkan Warga Samarinda

“Sementara DED (Detail Engineering Design) saja belum siap, sekarang mau melakukan rekonstruksi dasar apa,” jelasnya. 

Dia pun menyarankan agar bangunan itu harusnya diaudit terdahulu. Sebab sejak awal perencanaan, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan bahwa bangunan itu sudah berdiri sejak tahun 1960-an. 

“Saya sudah kesana (Pasar Pagi) bertemu langsung pedagang. Makanya harusnya diaudit dulu dasarnya apa. Kalau cuma memerlukan perbaikan atap atau kabel-kabel listriknya, lebih baik judulnya renovasi kecil-kecilan kan,” tutup Rohim. (Zu)