KUKAR IDAMAN SEP 26

Benahi Degradasi Moral Pendidikan, Pj Gubernur Kaltim Harap Pelajar Lebih Mencintai Proses

Benahi Degradasi Moral Pendidikan, Pj Gubernur Kaltim Harap Anak-Anak Lebih Mencintai Proses
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat panen melon hidroponik di SMAN 5 Samarinda. (Foto: Fathur/Humas Pemprov Kaltim)

SAMARINDA – Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan pembangunan dunia pendidikan menbutuhkan kolaborasi dan sinergi. Semua sektor harus terlibat untuk memajukan dunia pendidikan.

“Termasuk di sekolah, para siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar keterampilan untuk bekal mereka di kemudian hari,” kata Akmal saat melakukan panen buah melon hidroponik di SMA Negeri 5 Samarinda, Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, Senin (25/11/2024).

Kata dia, sekolah tidak bisa hanya mengajarkan di dalam kelas atau lewat buku saja. Melainkan harus ada ruang-ruang bagi siswa-siswi untuk belajar. Salah satunya melalui kegiatan hidroponik dari greenhouse yang dilakukan di SMA Negeri 5.

Baca Juga  Golkar Nonaktifkan Adies Kadir dari DPR RI, Imbas Polemik Tunjangan

“Ini bukan persoalan mereka jadi petani atau tidak, ini persoalan belajar tentang proses. Inikan proses panjang. Jadi anak-anak sekolah kita itu harus diajari proses, sehingga nanti mereka pada akhirnya akan lebih mencintai proses daripada hasil,” terang Akmal.

“Sekarang lebih banyak mencintai hasil. Ini yang saya katakan degradasi moral pendidikan kita yang harus dibenahi bersama kedepannya. Kebetulan ini medianya melalui berkebun, bertani,” sambungnya.

Akmal mengapresiasi SMAN 5 Samarinda yang sudah memulai sesuatu yang tidak biasa. Dengan membangun greenhouse untuk menanam buah melon melalui metode hidroponik. Dia memuji langkah-langkah sekolah yang telah memberikan ruang bagi siswa-siswinya untuk membatik. Hingga terciptanya batik seragam sekolah sendiri.

Baca Juga  Jadi Prioritas, Disperkim Kukar Kebut Pembangunan SPAM Desa

“Semua ada risiko. Kita berbuat atau tidak itu ada risikonya. Melalui greenhouse ini membangun kepercayaan diri anak-anak. Karena ini semua perlu proses, yang harus diawali dengan perkenalan dan mencoba,” ujar Akmal.

“Dengan kepercayaan diri, dan mencoba maka proses itu akan dapat dijalani. Mari kita mendorong anak-anak dapat mandiri untuk kebutuhan mereka sendiri. Mari mulai sesuatu yang berbeda untuk Kaltim,” imbuhnya. (xl/advdiskominfokaltim)