KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong sekolah dan komunitas untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan olahraga tradisional, terutama di lingkungan pelajar.
Upaya ini digencarkan sebagai langkah menyeimbangkan aktivitas fisik generasi muda yang kian terdampak oleh tingginya penggunaan perangkat digital.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar Aji Muhammad Ari Junaidi menyebut pengaruh gawai menjadi tantangan besar dalam menghidupkan kembali minat remaja terhadap permainan tradisional.
“Jika Dispora bergerak sendiri, tentu tidak mudah mengimbangi kuatnya pengaruh gawai di kehidupan anak-anak. Karena itu, kami mengajak sekolah dan komunitas bersama-sama memperkenalkan olahraga tradisional kepada generasi muda,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Ia menegaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai budaya, sportivitas, dan kebiasaan hidup aktif sejak dini.
Sementara itu, komunitas dianggap penting sebagai motor penggerak di masyarakat yang dapat menjaga kesinambungan kegiatan di luar ruang kelas.
Ari menjelaskan, sejumlah program seperti festival permainan rakyat, ekshibisi olahraga tradisional, dan kompetisi antarpelajar dinilai efektif memperkenalkan kembali beragam permainan khas daerah kepada siswa.
Aktivitas tersebut juga berfungsi sebagai media pembentukan karakter yang menumbuhkan sikap jujur, kerja sama, serta kebanggaan terhadap budaya lokal.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa olahraga tradisional bukan sekadar permainan tempo dulu. Ini adalah warisan budaya yang tetap relevan dan bisa menjadi gaya hidup sehat bagi generasi masa kini,” tambahnya.
Dispora Kukar memastikan berbagai program pelestarian olahraga tradisional akan terus diperkuat. (adv/zu)












