KUKAR IDAMAN SEP 26

Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Padang, Belasan Warga Meninggal Dunia

Salah satu dampak banjir di Padang. (istimewa)

PADANG – Hujan mengguyur Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sepanjang Kamis (27/11/2025). Berdasarkan siaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana hidrometeorologi basah tak bisa dihindari menerjang beberapa titik di wilayah kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) setempat didukung dengan BPBD provinsi serta dinas terkait, termasuk TNI-Polri, melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Pantauan Kami pagi, arus banjir dengan volume debit air besar menerjang sejumlah rumah yang berada di bantaran Sungai Minturun. Material batang pohon dan lumpur merusak rumah warga di Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang. Terdapat 4 warga meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga  Ringkus Pelaku Penembakan di THM Samarinda, Polisi Sebut Pembunuhan Berencana

Beberapa rumah mengalami kerusakan saat kejadian berlangsung pada dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB.
Selain banjir bandang di Lubuk Minturun, jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh, Kota Padang, putus akibat struktur jembatan yang dihantam material yang hanyut terbawa arus banjir.

BPBD Kota Padang masih memprioritaskan penanganan darurat, seperti evakuasi, pengamanan di lapangan yang berpotensi mengancam keselamatan warga dan pelayanan warga yang terdampak.

Data Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Sumbar mencatat cuaca ekstrem berdampak di 17 kelurahan di 7 kecamatan di Kota Padang. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banjir, longsor dan sejumlah pohon tumbang di 14 titik. BPBD setempat masih melakukan pemutakhiran data dampak bencana hingga sore ini.

Baca Juga  Kecelakaan di Jalan Tol, Pebulu Tangkis Syabda Perkasa Belawa Meninggal Dunia

Sementara itu, dalam rapat tingkat menteri yang diselenggarakan secarar virtual sore ini, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Vasko Ruseimy menyampaikan, jajarannya dari unsur organisasi perangkat daerah bersama TNI-Polri terus melakukan operasi penanganan darurat.

Dirinya menyatakan dara terakhir di Sumatra Barat, korban meninggal dunia sebanyak 12 orang dan warga terdampak sekitar 12.000 jiwa. Pada kesempatan itu, Wagub menambahkan beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya pembersihan material, akses komunikasi dan perbaikan darurat infrastrutkur vital.

Terkait dengan penetapan status, Wakil Gubernur Sumbar menjelasan pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat dan juga beberapa kabupaten dan kota yang terdampak cuaca ekstrem. “Sejumlah wilayah akan menyusul dalam penetapannya,” ujar Wagub. (xl)