KUTAI KARTANEGARA – Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk kembali menyoroti persoalan kesenjangan kualitas dan kompetensi perempuan yang masih terjadi di berbagai sektor.
Isu tersebut disampaikan langsung Asisten III Setkab Kukar, Dafip Haryanto, dalam acara yang digelar di Pendopo Odah Etam pada Senin (1/12). Dia menegaskan peran perempuan dalam pembangunan sudah semakin besar, namun ketimpangan kapasitas dan kesempatan dibanding laki-laki masih perlu menjadi perhatian serius.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan menjadi hambatan bagi perempuan untuk tampil di ruang publik.
“Kesenjangan memang ada, tapi tidak boleh menjadi penghalang. Pemerintah punya kewajiban menghadirkan dukungan melalui pendidikan, pelatihan, dan akses terhadap sumber daya,” kata Dafip.
Dia juga menekankan bahwa meski sejumlah perempuan telah mampu menembus jabatan strategis mulai dari tingkat nasional hingga daerah kesempatan dan ruang yang setara harus terus diperluas.
Di Kukar sendiri, tercatat 11 perempuan kini duduk sebagai anggota DPRD, jumlah terbanyak dalam sejarah. Namun, capaian itu dinilai belum cukup merepresentasikan potensi perempuan secara keseluruhan.
Dafip menyampaikan bahwa Pemkab Kukar telah memperkuat komitmen pemberdayaan perempuan melalui regulasi seperti Perda Nomor 22 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender serta Perbup Nomor 30 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah PUG 2024–2026.
Berbagai program Kukar Idaman Terbaik juga disiapkan untuk mendorong peningkatan kapasitas perempuan, mulai dari Kredit Kukar Idaman Terbaik hingga pemberdayaan kelompok wanita tani.
Dalam peringatan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya untuk Mewujudkan Kukar Idaman Terbaik Menuju Indonesia Emas 2045”, pemerintah menekankan bahwa peran ganda perempuan baik di rumah maupun di ruang publik perlu mendapat dukungan dan fasilitas memadai.
“Banyak peluang tersedia. Tinggal bagaimana perempuan memiliki keberanian untuk berdaya dan berkarya. Pemerintah akan terus menghadirkan akses dan dukungan agar kesenjangan itu bisa dipersempit,” ujar Dafip. (fjr)












