KUTAI KARTANEGARA – Sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terpaksa dihentikan setelah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar mengalami pemangkasan anggaran cukup besar. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar Linda Juniarti menyebut rasionalisasi membuat banyak pekerjaan tidak dapat dilanjutkan pada tahun berjalan.
Menurut Linda, Dinas PU semula mengusulkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun untuk pemeliharaan jalan dan pembangunan infrastruktur. Namun setelah proses penyesuaian anggaran, hanya sekitar Rp700 miliar yang disetujui.
“Kita tidak laksanakan kemarin karena harus dioptimasi. Sesuai instruksi presiden, beberapa persen memang harus dipangkas,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Pemangkasan itu berdampak langsung pada sejumlah program strategis, terutama pemeliharaan jalan, peningkatan kualitas infrastruktur, hingga beberapa proyek fisik yang semula dijadwalkan berjalan tahun ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani membenarkan bahwa Dinas PU mengajukan anggaran lebih dari Rp1,2 triliun untuk mendukung pelaksanaan Kukar Idaman Terbaik. Namun, kata dia, kondisi keuangan daerah dan kebutuhan pemerataan pembangunan memaksa DPRD melakukan koreksi besar.
“Hampir separuh. Sementara yang kita bangun ini masih membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar. Jadi memang ada keterbatasan,” ujarnya.
Yani meminta pemerintah daerah tetap memfokuskan anggaran yang tersedia pada proyek yang mendesak dan berdampak luas. Dia menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan, terutama sektor jalan, jembatan, dan drainase.
“Yang penting, walaupun anggarannya terbatas, kita memilih yang prioritas. Kita masih punya tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Rasionalisasi anggaran disebut masih akan berpengaruh pada sejumlah penyesuaian program di 2026, seiring turunnya nilai APBD Kukar yang kini berada di kisaran Rp7,1 triliun. (fjr)
slot gacor slot gacor











