KUKAR IDAMAN SEP 26

BPBD Kukar Imbau Seluruh Kecamatan Waspada Banjir dan Longsor Jelang Puncak Musim Hujan

Ilustrasi waspada bencana banjir dan longsor. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan imbauan kewaspadaan dini terhadap potensi banjir dan tanah longsor menyusul peningkatan risiko cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan ini disampaikan melalui surat resmi bernomor P.1349/BPBD-PNC/300.2.1/11/2025 pada 24 November 2025 dan ditujukan kepada seluruh camat di Kukar.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar Edy Haryadi menjelaskan edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran BNPB, BPBD Kaltim, serta radiogram Kemendagri terkait alarm cuaca di wilayah Aceh dan Sumatera. 

Prediksi cuaca dari BMKG Samarinda yang menyebut puncak musim hujan di Kukar terjadi pada November 2025 hingga April 2026 juga menjadi dasar diterbitkannya imbauan tersebut.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi dan Bawang di Samarinda Alami Kenaikan

“Imbauan ini berlaku untuk seluruh wilayah Kukar. Ada anomali cuaca, dan kondisi alam kita mirip dengan beberapa daerah di Sumatera yang baru saja mengalami bencana. Kami ingin seluruh camat meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/12/2025).

Edy menambahkan, BMKG memprediksi intensitas hujan pada 2026 cenderung lebih tinggi dengan dua puncak musim hujan, yaitu bulan Desember–Januari dan April–Mei. Dia menyebut perubahan pola cuaca tahun ini sudah terlihat, mengingat periode kemarau hanya berlangsung sekitar satu bulan pada Juli.

BPBD meminta perangkat kecamatan, kelurahan, dan desa untuk mengaktifkan pemantauan informasi cuaca, menyampaikan peringatan dini kepada warga, serta memeriksa kondisi sungai, drainase, dan titik rawan banjir maupun longsor. 

Baca Juga  Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Expo Merah Putih Anggana dan Samboja Dipastikan Batal

Wilayah berbukit dan kawasan dekat sungai besar diminta meningkatkan kewaspadaan lebih tinggi.

Langkah mitigasi yang dianjurkan meliputi pembersihan saluran air, tidak membuang sampah ke sungai, patroli saat hujan lebat, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di tingkat desa dan kelurahan.

“BPBD juga menekankan pentingnya kesiapan lokasi dan jalur evakuasi, terutama di daerah rawan,” kata Edy.

Jika terjadi peningkatan risiko bencana, BPBD meminta kecamatan segera melakukan koordinasi melalui posko ataupun call center darurat. Pembaruan informasi cuaca akan terus diberikan sesuai update dari BMKG.

Baca Juga  Tiga Penghargaan IT Works Top Digital Award Diborong Pemkab Kutim

“Walaupun bersifat perkiraan, yang terpenting adalah antisipasi. Kami adalah ujung tombak, jadi setiap perkembangan akan kami sampaikan ke semua wilayah,” tuturnya. (fjr)