Paser  

Daya Tariknya Terus Menurun, Kandilo Plaza Paser Bakal Direvitalisasi

Daya Tariknya Terus Menurun, Kandilo Plaza Paser Bakal Direvitalisasi
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adi Maulana. (Prokopim)

JAKARTA – Daya tarik dan kunjungan Kandilo Plaza yang menurun dalam beberapa tahun terakhir membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser berencana melakukan revitalisasi. Dengan melibatkan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

Untuk itu, Bupati Paser dr Fahmi Fadli yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adi Maulana melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Perdagangan Dalam Negeri, dan diterima oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Iqbal Shoffan Shofwan di ruang pertemuan lantai 8 Gedung II Kemendag RI, Gambir, (23/1/2026).

Adi memberikan informasi terkait kondisi terkini Kandilo Plaza, berikut potensi yang dimiliki Paser, sehingga membulatkan tekad untuk bertemu dengan Kementerian Perdagangan.

Baca Juga  Bupati Bangga Paser Raih Enam Panji Keberhasilan Pembangunan di HUT Ke-67 Kaltim

“Pemerintah Kabupaten Paser terus berupaya membangun iklim investasi dalam rangka menumbuhkan keberdayaan ekonomi masyarakat dan salah satunya melaui revitalisasi dan pengembangan fasilitas pusat perdagangan atau perniagaan dan mengundang investor untuk bermitra dan berinvestasi di Kabupaten Paser. Nah kami melihat ada potensi pengembangan uusat perbelanjaan Kandilo Plaza,” kata Adi Maulana.

Hasil investigasi pengelola Kandilo Plaza menyebut, kehadiran marketplace memberi pengaruh yang cukup besar. Kemudian produk-produk atau brand yang ditawarkan masih terbatas dan kurang variatif, serta penataan etalase yang sebagian masih belum kekinian. 

Baca Juga  Setahun Prabowo-Gibran, Pembangunan IKN Dikebut

Sebenarnya Disperindagkop sudah berupaya mendongkrak namun perlu upaya keras lagi untuk membangun kesadaran pedagang supaya memperbaiki teknik marketingnya, dan menggelar berbagai kegiatan untuk menarik pengunjung. 

Kabar baiknya adalah Plaza Kandilo ini menjadi satu-satunya tempat yang dituju oelh masyarakat se Kabupaten Paser ketika mencari segala kebutuhan hidup terutama kebutuhan sandang dan tersier. Meskipun sebagian ada yang pergi ke mal-mal besar di Balikpapan namun harus berhitung kembali karena dipastikan mengeluarkan biaya lebih untuk transportasinya. (xl)