KUKAR IDAMAN SEP 26

Perangkat Daerah Paser Diminta Tajamkan Anggaran Ketahanan Pangan Lokal

Wabup Paser Ikhwan. (Prokopim)

SAMARINDA – Perangkat daerah Paser diminta menajamkan anggaran yang berfokus pada ketahanan pangan lokal. Sebagaimana disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Paser Ikhwan Antasari dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kaltim Tahun 2026, Jumat (6/03/2025).

Ikhwan menyampaikan, penajaman program pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Paser tahun 2026. Dia menegaskan bahwa program kerja yang dijalankan tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga responsif terhadap perubahan kondisi pasar.

“Saya telah meminta seluruh perangkat daerah di Kabupaten Paser untuk menajamkan anggaran yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan lokal, sehingga kita lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tuturnya.

Ikhwan juga memaparkan salah satu program unggulan Kabupaten Paser yakni “Paser BERAKSI” (BeteRnak Ayam atasi gejolaK InflaSI). Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan, khususnya telur ayam ras.

Baca Juga  Begini Cara Wali Kota Samarinda Tingkatkan Kualitas hingga Daya Saing Petani Karet

Diketahui, kebutuhan konsumsi telur ayam ras di Kabupaten Paser mencapai sekitar 2.268 ton per tahun untuk jumlah penduduk sebanyak 309.447 jiwa. Produksi telur ayam ras di Paser sendiri mengalami peningkatan signifikan menjadi 2.328 ton, atau meningkat sekitar 96 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang hanya sebesar 88 ton.

Sebagai bagian dari sinergi stabilisasi pasokan regional, Pemerintah Kabupaten Paser juga telah menjalin kerja sama antar daerah antara Perumda Prima Jaya Taka Paser dengan Perumda Manuntung Sukses Balikpapan dalam penyediaan telur ayam ras sebanyak 3.000 butir pada tahun 2025.

Keberlanjutan pengembangan komoditas telur ayam ras di Kabupaten Paser bahkan mendapat perhatian hingga tingkat nasional. Kabupaten Paser menjadi salah satu daerah percontohan (best practice) nasional untuk pengembangan peternakan ayam petelur skala besar yang dikelola oleh Danantara. 

Paser juga menjadi satu dari enam wilayah di Indonesia yang terpilih dalam Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang telah dilakukan groundbreaking pada 6 Februari lalu di Desa Suatang.

Baca Juga  Pastikan Harga Jelang Nataru, Wali Kota Balikpapan Sidak Pasar dan Supermarket

Selain sektor peternakan, potensi pertanian di Kabupaten Paser juga cukup menjanjikan. Produksi beras pada tahun 2025 mencapai 39.350 ton, sementara kebutuhan beras masyarakat sekitar 26.766 ton, sehingga terdapat surplus sebesar 12.584 ton.

Berdasarkan data Bulog, penyerapan gabah di Kabupaten Paser pada tahun 2025 mencapai 1.824.309 kilogram. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Paser juga merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan gabah berupa dryer atau pengering gabah serta Rice Milling Unit (RMU) untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian.

Terkait dengan ketahanan pangan, Ikhwan memastikan pasokan stok pangan di Bulog selama bulan Ramadan hingga Idulfitri dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, dalam hal percepatan digitalisasi daerah melalui TP2DD, Pemerintah Kabupaten Paser terus mendorong implementasi transaksi non-tunai di lingkungan pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran digital. 

Baca Juga  Pemkab Paser Siaga Keamanan Malam Takbir dan Salat Idul Adha 2026

Hingga akhir Februari 2026, tercatat sebanyak 829 pelaku usaha di Kabupaten Paser telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai. Hal ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung digitalisasi sistem pembayaran nasional sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi ekonomi di daerah. (xl)