KUKAR IDAMAN SEP 26

Kalahkan Togo 4-0, Tim Indonesia Lolos ke Grup II Dunia Piala Davis 2026

Kalahkan Togo 4-0, Tim Indonesia Lolos ke Grup II Dunia Piala Davis 2026
Pada laga ketiga, Minggu (8/2), ganda putra Indonesia Christopher Rungkat dan Justin Barki memastikan kemenangan Indonesia atas Togo setelah mengalahkan Kwami Stanislas Dussey/Kadanga Kili dengan skor akhir 6-0, 7-5. (ANTARAFOTO/Sulthony Hasanuddin)

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyaksikan keberhasilan Tim Indonesia lolos ke Grup II Piala Davis 2026 di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (8/2). Indonesia dipastikan promosi ke Piala Davis Grup II Dunia setelah mengalahkan Togo 4-0 pada laga playoff tersebut.

Menpora mengungkapkan rasa senangnya atas keberhasilan ini, terlebih sebelumnya para atlet tenis Indonesia juga telah menyumbang emas dalam SEA Games 2025 Thailand. 

“Kemarin waktu SEA Games juga para pemain memberikan yang terbaik, yaitu juara, medali emas. Tadi sudah menang lawan Togo, artinya kan lolos ke grup 2. Dengar-dengar para atlet lebih bersemangat lagi untuk lolos ke grup seterusnya,” tutur Menpora Erick.

Karenanya Menpora optimistis Indonesia bisa tampil lebih baik lagi pada laga Grup II yang akan digelar September tahun ini. Baik bila menjadi tuan rumah atau bermain tandang, Menpora Erick yakin para petenis Indonesia bisa terus berprestasi. 

“Mudah-mudahan tenis bisa bangkit. Kita punya bakat-bakat yang bagus di tenis, mudah-mudahan ini bisa konsisten. Apalagi Bapak Presiden sudah memasukkan tenis menjadi salah satu 21 cabor unggulan,” ujar Menpora.

Menpora Erick menilai prestasi ini juga bergantung pada keseriusan federasi atau pengurus cabor dalam melakukan pembinaan. Dalam hal ini PB Pelti yang telah memintanya datang menyaksikan langsung perjuangan Christopher Rungkat dan kawan-kawan di lapangan.

Baca Juga  Pemkab Kukar Beber Sederet Fakta Penanganan Jalan Rusak Dusun Pandamaran

“Saya harap PB Pelti sangat serius. Mereka kirim pesan ke saya untuk datang, dan alhamdulillah saya bisa datang,” imbuh Menpora.

Kedatangan Menpora Erick menyaksikan langsung perjuangan para wakil Merah Putih ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan kepada para atlet dalam meraih prestasi terbaik. Termasuk ketika Menpora pada Sabtu (7/2) sebelumnya menyaksikan Timnas Indonesia pada final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena.

Disampaikan, saat ini Kemenpora sudah mulai menyusun anggaran atau budgeting untuk pembinaan prestasi para atlet dengan sebaran yang beragam. Di antaranya pembinaan kepada atlet yang berfokus untuk Olimpiade, untuk Asian Games, dan juga SEA Games. Termasuk juga pembinaan untuk para atlet junior.

“Kita juga ada persiapan untuk khusus pembinaan atlet junior, jadi memang sesuai dengan kuota dari pendanaan yang kita punya,” sebut Menpora Erick.

Menpora mengakui adanya keterbatasan anggaran. Namun demikian, keterbatasan ini bukanlah alasan untuk mengeluh dan tidak berprestasi. Tetapi justru saat ini Kemenpora membuat pola targeting system dengan key performance indicators (KPI) atau indikator kinerja utama pada masing-masing atlet. 

Baca Juga  Sunggono Minta Para Peserta Latsitarda Hormati Kearifan Lokal Kukar

“Jadi masing-masing atlet punya targetnya tersendiri. Mudah-mudahan ini menjadi sumbangsih yang bisa membuat prestasi olahraga termasuk tenis bisa secara konsisten berprestasi ke depan,” terang Menpora Erick.

Karena itu Kemenpora sejak awal telah melibatkan Kejaksaan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam penggunaan anggaran ini. Pasalnya tolok ukur masing-masing olahraga berbeda. Misalnya angkat besi yang banyak berlatih di indonesia, tetapi keluar negeri enam kali sudah pernah emas olimpiade. Sementara renang yang telah berlatih lama di luar negeri tetapi di Olimpiade baru mencapai kualifikasi.

“Nah itulah yang saya sampaikan kepada pihak Kejaksaan dan BPKP sebagai pemeriksa kami. Kita transparan tetapi tolok ukur masing-masing cabor berbeda. Sama seperti tenis dan bulu tangkis juga itu sirkuit ataupun turnamen, artinya berbeda dengan olahraga lain,” urai Menpora Erick.

“Keunikan ini yang kami sampaikan dan alhamdulillah ada kesepakatan antara Kemenpora, Kejaksaan, dan BPKP, sehingga para atlet, federasi , tenis ataupun yang lain tidak perlu ragu-ragu. Karena tadi secara pendanaan Bapak Presiden sudah menyiapkan,” tambah Menpora.

Diketahui, pada hari pertama laga playoff Piala Davis Grup II Dunia, Sabtu (7/2), tunggal pertama Indonesia Muhammad Rifqi Fitriadi membawa Indonesia unggul 1-0 dengan mengalahkan petenis muda Togo Noah Koffi dengan 6-1, 6-1.

Baca Juga  TIFAF 2022 Bikin Terpesona, Menparekraf Sandiaga Uno: Keren Banget Suguhannya

Kemudian pada partai kedua, tunggal kedua Indonesia Justin sukses membuat Indonesia memimpin 2-0 dengan kemenangan atas Dussey dengan skor 6-0, 6-3.

Lantas pada laga ketiga, Minggu (8/2), ganda putra Indonesia Christopher Rungkat dan Justin Barki memastikan kemenangan Indonesia atas Togo setelah mengalahkan Kwami Stanislas Dussey/Kadanga Kili dengan skor akhir 6-0, 7-5.

Petenis tunggal putra Indonesia Anthony Susanto menutup laga playoff kontra Togo dengan kemenangan atas Kadanga Kili 6-1, 6-4, menyempurnakan tiga kemenangan sebelumnya pada dua partai tunggal dan satu partai ganda. (xl)