KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Musda ke-4 Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Kukar di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Senin (16/2/2026) malam.
Mengangkat tema “Aktualisasi Peran KAHMI Memperkuat Sinergitas Daerah dan Mempertegas Kembali Pengabdian untuk Umat dan Bangsa”, forum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan KAHMI dan Forhati untuk periode 2025–2030.
Ketua Panitia Pelaksana Musda Mubarak menyampaikan bahwa Musda dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, jajaran anggota DPRD, Koordinator Presidium dari Balikpapan, PPU, Kutim, Koordinator Presidium KAHMI Kukar Sarkowi V Zahri, para pendiri KAHMI Kukar seperti Prof Dr Aswin, hingga jajaran Forkopimda.
“Musda merupakan forum tertinggi sesuai amanat konstitusi organisasi. Selain mengevaluasi perjalanan organisasi, Musda menjadi ruang merencanakan agenda strategis dan memperkuat simpul-simpul alumni,” kata Mubarak.
Dia berharap Musda tahun ini mampu melahirkan presidium yang bertanggung jawab dan memiliki kapasitas gagasan serta tindakan untuk memperkuat peran KAHMI dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Aulia dalam sambutannya menegaskan kiprah KAHMI dan Forhati tidak diragukan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Banyak tokoh nasional lahir dari HMI dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Aulia yang juga alumni HMI turut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kukar untuk terus bersinergi dengan KAHMI dan Forhati. Menurutnya, percepatan pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah secara sendiri-sendiri.
“Seluruh elemen harus bahu-membahu. Lima tahun ke depan Kukar Idaman sangat berkaitan dengan aktivitas dan nilai yang juga hidup di KAHMI,” ujarnya.
Aulia berharap KAHMI dan Forhati mampu memberikan kontribusi nyata dan konstruktif, terutama dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, Musda ini menjadi tonggak penting dalam proses regenerasi kepemimpinan KAHMI dan Forhati di Kukar.
Aulia menekankan pentingnya kolaborasi alumni HMI dengan lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, hingga media sebagai mitra strategis pembangunan.
“Harapan kami, kehadiran KAHMI dan Forhati dapat semakin memperkuat sinergi dan mendorong percepatan pembangunan daerah,” tutupnya. (fjr)












