WASHINGTON DC – Indonesia menyiapkan delapan ribu prajurit TNI untuk berangkat ke Gaza, Palestina dalam rangka mewujudkan perdamaian di kawasan tersebut. Hal itu disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian untuk Gaza yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).
Hadir bersama para pemimpin negara lainnya yang tergabung dalam badan internasional tersebut, pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan perdamaian yang nyata bagi rakyat Palestina.
“Dalam kesempatan tersebut, saya menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan perdamaian di Palestina,” ujarnya.
Menurut Prabowo, Indonesia mendorong terwujudnya gencatan senjata demi keamanan dan stabilitas kawasan. Serta menyatakan kesiapan untuk mengirimkan 8.000 prajurit guna mendukung pembangunan kembali Gaza bersama International Stabilization Force (ISF).
“Bagi Indonesia, perjuangan ini bukan sekadar diplomasi, tetapi wujud nyata solidaritas dan komitmen kita untuk menghadirkan perdamaian yang adil, komprehensif, dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina,” klaim pria yang meraih 58 persen suara dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 ini.
Prabowo menyampaikan optimisme atas perkembangan upaya kemanusiaan dan perdamaian di Gaza. Dia menilai sejumlah kemajuan telah dicapai, khususnya dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa berbagai tantangan masih membentang di depan dan upaya mencapai perdamaian membutuhkan tekad kuat. Dirinya pun menegaskan komitmen Indonesia bersama negara-negara Muslim lainnya untuk mendorong tercapainya perdamaian yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Selain itu Prabowo kembali menekankan bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian jangka panjang. Dia juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam misi internasional. Presiden juga mengonfirmasi bahwa Indonesia diminta untuk mengisi posisi Wakil Komandan dalam struktur misi tersebut
Sementara itu Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan, dalam perundingan antar negara, kedekatan personal diperlukan untuk memperoleh kesepakatan bersama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Presiden Prabowo disebut melakukan perannya sebagai seorang kepala negara/pemerintahan melalui diplomasi langsung dan kedekatan personal ke setiap kepala negara.
“Perjanjian dagang dengan Amerika Serikat sebagai salah satu negara super power dan terkuat di dunia, menjadi sejarah perjanjian dagang yang ditanda tangani langsung oleh kedua kepala negara. Apalagi di hari tersebut turut hadir lebih dari 15 kepala negara namun hanya Indonesia yang melakukan kesepakatan langsung,” kata Teddy.
“Tentu di dalam perjanjian ada pembicaraan tertutup antara kedua belah pihak yang tujuannya untuk sebesar-besarnya memberikan keuntungan kepada seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. (xl)












