KUKAR IDAMAN SEP 26

124 Tahun Real Madrid, Mampukah Kembali Mengulang Masa Kejayaan?

Foto : Para pemain Real Madrid bersiap memasuki pertandingan. Klub dengan koleksi trofi Liga Champions terbanyak itu kembali diuji oleh ketatnya persaingan musim ini. (Istimewa)

OPINI

Oleh: Habib Fajar Saputra
Jurnalis Komparasinews.id

Tanggal 6 Maret selalu punya arti khusus bagi Real Madrid. Pada tanggal itu di tahun 1902, klub raksasa eropa lahir di kota Madrid. Kini Los Blancos genap berusia 124 tahun.

Buat klub lain, umur segitu mungkin hanya angka. Tapi bagi Madrid, angka itu adalah kumpulan sejarah panjang dari kejayaan, warisan, dan lemari trofi yang isinya terlalu banyak.

Kalau diringkas secara sederhana, bisa dibilang, Real Madrid adalah klub yang terlalu sering menang.

Di Spanyol, mereka menjadi salah satu klub penguasa utama La Liga dengan puluhan gelar juara. Tapi reputasi terbesar Madrid justru lahir di Eropa.

Pada kompetisi UEFA Champions League, Real Madrid adalah klub paling sukses dengan 15 trofi. Tidak ada klub lain yang bahkan mendekati angka itu.

Baca Juga  DPRD Samarinda Kebut Raperda Kota Layak Anak

Dari era legenda seperti Alfredo Di Stéfano hingga era modern bersama Cristiano Ronaldo, Madrid selalu punya satu identitas yang sama. Klub yang optimis bisa menang dalam situasi apa pun.

Namun musim 2026 tidak semulus biasanya.
Masalahnya, saat ini Real Madrid sedang tidak berada di kondisi terbaiknya.

Performa tim beberapa kali terlihat tidak stabil. Di sejumlah laga penting, Madrid justru harus menelan kekalahan yang tidak biasa bagi klub dengan mental juara seperti mereka.

Situasi semakin rumit karena pergantian pelatih. Musim ini tim ditangani oleh Álvaro Arbeloa (mantan bek Madrid) setelah sebelumnya dilatih Xabi Alonso yang juga mantan gelandang klub tersebut.

Perjalanan Arbeloa menangani klub raksasa eropa itu tidak langsung mulus. Beberapa hasil negatif membuat Real Madrid masih terlihat mencari bentuk permainan yang benar-benar stabil.

Baca Juga  Imbas Tragedi di Kanjuruhan, Jokowi Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

Di saat yang sama, badai cedera juga ikut mengganggu. Beberapa pemain inti harus menepi dalam periode penting musim ini, membuat kedalaman skuad Madrid benar-benar diuji.

Sejumlah pemain kunci mengalami cedera. Mulai dari Kylian Mbappe, Jude Bellingham hingga Rodrygo dikabarkan absen dalam waktu yang cukup lama.

Pertanyaan yang sekarang mulai sering muncul di kalangan penggemar adalah satu: apakah Real Madrid masih mampu menjuarai Liga Champions musim ini?

Secara sejarah, Madrid selalu berbahaya di kompetisi ini. Bahkan ketika performa mereka di liga tidak sempurna, mereka sering berubah menjadi tim yang berbeda di Eropa.

Itulah sebabnya banyak orang masih sulit untuk benar-benar meragukan Madrid di Liga Champions.

Namun sayang, saat ini situasinya jelas tidak mudah. Inkonsistensi permainan, tekanan pada pelatih baru, serta masalah cedera membuat jalan menuju trofi terasa lebih berat dari biasanya.

Baca Juga  Bupati Kukar Dukung Usulan Program Pendidikan dan Pelatihan Wasit

Apakah Los Blancos mampu kembali bangkit?

Madridista tentu menunggu dengan sabar. Namun jika ada satu klub yang berkali-kali membuktikan bahwa logika sepak bola tidak selalu berlaku, saya percaya klub itu adalah Real Madrid.