KUKAR IDAMAN SEP 26

Panglima TNI Keluarkan Instruksi Siaga 1 Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merilis surat telegram kepada jajarannya untuk melaksanakan siaga tingkat 1. Instruksi ini dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi dalam negeri akibat dampak konflik di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah (Timteng).

Perintah tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026. Surat ini diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. 

Kepala Pusat Penerangan (Puspen) TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah kepada media menerangkan, penerapan siaga tingkat 1 merupakan tugas TNI dan telah diamanatkan oleh UU TNI. Perlindungan yang dimaksud yaitu dari ancaman terhadap bangsa dan negara.

Baca Juga  Ledakan Gudang Amunisi di Bogor Bikin Anak-Anak Alami Trauma Psikologis

“Salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara,” sebut Aulia, dikutip dari Detik, Ahad (8/3/2026).

Kata dia, siaga tingkat 1 adalah bentuk kesiapan TNI dalam menghadapi perkembangan konflik yang terjadi. Konflik itu bukan hanya dalam cakupan nasional, tapi juga internasional, seperti yang terjadi di Asia Barat.

Baca Juga  Tunjang Prestasi Atlet Disabilitas, Pemkab Kukar Beri Dukungan Fasilitas Sarpras

“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” urai Aulia.

Dia menyebut siaga tingkat 1 itu diperlukan agar TNI siap menghadapi ancaman. Salah satunya apel pengecekan secara rutin.

“Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan apel pengecekan kesiapan secara rutin,” kelas Aulia. (xl)