KUKAR IDAMAN SEP 26

Pemkot Samarinda Klaim Kinerja Positif, Pertumbuhan Ekonomi Masih Tertinggi di Kaltim

Pemkot Samarinda Klaim Kinerja Positif, Pertumbuhan Ekonomi Masih Tertinggi di Kaltim
Jajaran Pemkot Samarinda. (Foto: Tommy/Dokpim)

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) mengklaim kinerjanya menunjukkan tren yang positif. Meliputi pertumbuhan ekonomi hingga penurunan kemiskinan.

Sebagaimana disampaikan Wali Kota Andi Harun dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (30/3/2026). Kata dia, mayoritas indikator menunjukkan tren positif. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, hingga peningkatan kualitas hidup warga.

Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, Andi Harun menegaskan kinerja fiskal daerah tetap terjaga. Pendapatan daerah ditargetkan Rp5,516 triliun dan terealisasi Rp5,020 triliun atau 91,01 persen.

Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,138 triliun, pendapatan transfer Rp3,867 triliun, serta lain-lain pendapatan sah Rp14,234 miliar.

Baca Juga  Dorong Pengusaha Lokal Mampu Bersaing, Kadin Kukar Diharap Terlibat Pekerjaan Besar

Di sisi belanja, dari alokasi Rp5,800 triliun, terserap Rp5,226 triliun atau 90,10 persen. Belanja tersebut didominasi belanja operasi dan belanja modal yang menopang pembangunan infrastruktur dan layanan publik.

Tak hanya itu, indikator makro juga menunjukkan capaian menggembirakan. Angka kemiskinan turun signifikan dari 4,30 persen menjadi 3,45 persen. Tingkat pengangguran ikut menurun dari 5,75 persen menjadi 5,31 persen.

“Ini hasil dari kombinasi program pengurangan beban masyarakat, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur,” ujar Wali Kota.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Samarinda naik menjadi 83,53 tertinggi di Kalimantan Timur, bahkan melampaui rata-rata nasional.

Baca Juga  Tingkatkan Edukasi Keuangan, DPK Kaltim Jalin Kolaborasi dengan Bank Indonesia

Di tengah tekanan global, ekonomi Samarinda tetap tumbuh 6,22 persen. Meski sedikit melambat dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih menjadi yang tertinggi di Kaltim.

“Ini menandakan fondasi ekonomi daerah cukup kuat menghadapi tekanan eksternal,” tegasnya.

Pemkot Samarinda juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-11 kali berturut-turut. Capaian itu menjadi indikator konsistensi dalam tata kelola keuangan daerah.

Meski demikian, Andi Harun mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia memastikan evaluasi akan terus dilakukan.

“Kami tidak berpuas diri. Perbaikan berkelanjutan akan terus kami dorong agar Samarinda semakin maju dan layak huni,” pungkasnya. (xl)