KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kecamatan Tabang membantah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran hingga Rp25 ribu per liter yang sempat beredar di masyarakat. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan harga masih dalam kisaran wajar.
Camat Tabang Riyandi Elvandar mengatakan, pihaknya telah melakukan verifikasi bersama aparat kepolisian setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Setelah kami bersama Polsek melakukan pengecekan, tidak ditemukan penjualan BBM dengan harga Rp25 ribu seperti yang beredar,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).
Dia menjelaskan, harga BBM jenis Pertalite di tingkat agen resmi (APMS) masih berada di kisaran Rp10 ribu per liter. Sementara di tingkat pengecer, harga berkisar Rp15 ribu per liter, dipengaruhi biaya distribusi dan kondisi geografis wilayah.
Menurut Riyandi, isu kenaikan harga tersebut dipicu oleh kepanikan warga akibat informasi yang beredar di media sosial terkait pembatasan konsumsi BBM.
“Informasi itu membuat masyarakat membeli dalam jumlah besar, sehingga sempat terjadi kekosongan,” jelasnya.
Kekosongan BBM dilaporkan terjadi pada Rabu (15/4/2026), namun hanya berlangsung singkat. Pada hari berikutnya, distribusi kembali masuk ke Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) di Tabang sehingga stok kembali tersedia.
Selain faktor lonjakan permintaan, distribusi BBM ke wilayah tersebut juga dipengaruhi kondisi infrastruktur, termasuk akses jalan yang mengalami kendala.
“Distribusi tetap berjalan, tetapi kondisi medan dan tingginya permintaan memengaruhi ketersediaan di lapangan,” katanya.
Saat ini, pasokan BBM di Kecamatan Tabang dilaporkan kembali normal. Pemerintah Kecamatan Tabang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap terjaga dan tidak memicu kelangkaan kembali. (fjr)












