MANCHESTER City terpeleset di momen krusial perburuan gelar Liga Inggris. Bertandang ke markas Everton, pasukan Pep Guardiola harus puas dengan hasil imbang 3-3 dalam laga penuh drama, Selasa (5/5) dini hari WITA.
City sebenarnya berada di atas angin sejak awal. Dominasi permainan langsung terlihat, dengan tekanan konstan ke lini pertahanan Everton. Sejumlah peluang sempat tercipta lewat Jérémy Doku dan Rayan Cherki, namun Jordan Pickford tampil sigap di bawah mistar.
Kebuntuan akhirnya pecah jelang turun minum. Doku membuka keunggulan City pada menit ke-43 lewat aksi individu ciamik menusuk dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang.
Namun, babak kedua menghadirkan cerita berbeda.
Everton bangkit dan tampil jauh lebih berani. Momentum berbalik pada menit ke-68 setelah kesalahan di lini belakang City dimanfaatkan Thierno Barry untuk menyamakan kedudukan. Gol tersebut memicu kepercayaan diri tuan rumah.
Hanya berselang lima menit, Everton berbalik unggul. Jake O’Brien menanduk bola hasil sepak pojok dan membawa timnya memimpin 2-1.
City kian tertekan. Pada menit ke-81, serangan cepat Everton kembali berbuah gol. Umpan silang rendah disambut Barry untuk mencetak gol keduanya malam itu, membuat skor berubah menjadi 3-1.
Dalam posisi terdesak, City merespons cepat. Erling Haaland memperkecil ketertinggalan lewat penyelesaian lob setelah menerima umpan terobosan Mateo Kovacic.
Drama belum berakhir, saat laga tampak akan dimenangkan Everton, Doku kembali jadi pembeda. Di menit ke-97, ia mencetak gol spektakuler dari sisi kiri kotak penalti untuk memastikan skor imbang 3-3.
Hasil ini menjadi pukulan bagi City dalam perburuan gelar. Tambahan satu poin membuat mereka tetap di posisi kedua, tertinggal dua angka dari Arsenal di puncak klasemen.
Di sisi lain, hasil ini justru membuka peluang besar bagi Arsenal. The Gunners kini berada di posisi ideal untuk mengunci gelar, dengan keunggulan poin dan momentum yang masih terjaga di sisa musim. (zu)












