KUKAR IDAMAN SEP 26

Prabowo Klaim Pembunuhan Keji Marsinah Mestinya Tidak Perlu Terjadi

Prabowo Klaim Pembunuhan Keji Marsinah Mestinya Tidak Perlu Terjadi
Prabowo melihat kamar Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). (BPMI)

NGANJUK – Presiden Prabowo Subianto menyebut peristiwa pembunuhan Marsinah semestinya tidak perlu terjadi. Apalagi Indonesia didirikan dengan falsafah dasar Pancasila yang memiliki semangat kekeluargaan sebagai dasar utama negara untuk melindungi rakyat kecil termasuk kaum buruh.

“Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi, karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila,” ucap Prabowo dalam sambutannya pada peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

Dia menjelaskan bahwa para pendiri bangsa telah meletakkan dasar negara yang mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan ras. Menurut Prabowo, sila keadilan sosial dan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan, di mana yang kuat membantu yang lemah.

Baca Juga  Karyawan PT SLJ Global Kembali Tuntut Perusahaan Lunasi Utang Rp2 Miliar

“Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani, tani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya, para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas, hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk mimpin semuanya,” katanya.

Dalam momen peresmian tersebut, Prabowo turut melihat langsung kondisi kamar Marsinah yang dipertahankan sebagaimana adanya sebagai pengingat atas perjuangan dan pengorbanannya.

Baca Juga  Indonesia Kembali Gagal di Piala AFF, Shin Tae-yong Minta Maaf pada Suporter

“Saya lihat perjuangan beliau dan saya prihatin dengan peristiwanya. Bahwa ada seorang, pimpinan, ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran yang jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita,” kenangnya.

Untuk itu, Presiden pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk membangun semangat “Indonesia Incorporated.” Dari pandangan ini, seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham atas kekayaan bangsa, dan negara wajib memastikan kekayaan tersebut dinikmati seluruh rakyat secara adil.

“Bukan sebaliknya. Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia. Ini perjuangan kita bersama,” tuturnya.

Baca Juga  Jelang Idulfitri, Pemprov Imbau Masyarakat Kaltim Tukarkan Uang di Tempat Resmi

“Jadi kita terbuka. Ayo, sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah Ibu Marsinah,” tandas Prabowo. (xl)