KUKAR IDAMAN SEP 26

Pemkab Kubar Matangkan Persiapan Penerbangan Perdana Rute Samarinda-Melak

Pemkab Kubar dan Wings Air Matangkan Persiapan Penerbangan Perdana Rute Samarinda-Melak
Pemkab Kubar dan Wings Air matangkan persiapan penerbangan perdana Rute Samarinda-Melak. (Robi/Diskominfo Kubar)

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) bersama manajemen PT Wings Air menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna persiapan rencana penerbangan perdana rute Samarinda – Melak di ruang kerja kepala dinas perhubungan, Senin (8/6/2026). 

Dikutip dari siaran pers Kominfo Kubar, langkah strategis ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang lebih cepat, efisien, dan terjangkau.

Station Manager Wings Air Andi Muh Dhevara memaparkan, Kubar memiliki potensi mobilitas perjalanan bisnis yang sangat tinggi, khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan. Sektor-sektor ini membutuhkan jalur transportasi yang jauh lebih cepat dibanding jalur darat atau sungai.

Baca Juga  Kendala Jalur Distribusi Logistik Kebutuhan Masyarakat, Akses Jalan Darat ke Mahulu Jadi Prioritas

Sebagai langkah awal, Wings Air akan melakukan uji coba penerbangan sebanyak 3 kali seminggu. Adapun kapasitas kursi yang disediakan yakni 72 kursi untuk rute Samarinda – Melak dan 65 kursi untuk rute Melak – Samarinda. 

“Kami menargetkan keterisian penumpang (load factor) bisa mencapai 70%, atau berkisar di angka 50 penumpang per penerbangan. Dengan harga tiket yang terjangkau, perjalanan ini hanya memakan waktu sekitar 45 menit,” ujar Dhevara.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Rita Nursandy menyambut baik rencana ini. Dia optimistis kehadiran Wings Air akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian daerah. 

Baca Juga  PT Samator Samboja Barat Kebakaran, Diduga Akibat Kebocoran Pipa Gas

Efektivitas waktu yang ditawarkan dipastikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan darat maupun sungai yang selama ini cukup menyita waktu.

“Kerja sama dengan Wings Air yang menawarkan harga tiket lebih murah dengan pelayanan yang lebih baik, diharapkan mampu membuat rute penerbangan di Kutai Barat kembali ramai,” ungkapnya.

Rita juga menambahkan bahwa selama ini tingginya harga tiket pesawat menjadi kendala utama bagi masyarakat yang ingin bepergian ke luar daerah menggunakan jalur udara.

“Mudah-mudahan dengan harga tiket yang lebih miring ini, bisa meningkatkan animo masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi udara,” pungkasnya. (xl)