KUTAI BARAT – Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin menekankan perlunya program corporate social responsbility (CSR) atau tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (TJSLP) difokuskan pada sejumlah isu strategis. Hal itu disampaikannya dalam Akselerasi Kinerja CSR Kutai Barat 2026–2027, Senin (12/10/2026).
Dia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Khususnya melalui optimalisasi program TJSLP atau CSR.
Menurutnya, kontribusi dunia usaha sangat diperlukan untuk memperkuat pembangunan daerah melalui program CSR yang terintegrasi dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sehingga pelaksanaannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran.
“Program CSR harus bertransformasi dari pola yang berjalan sendiri-sendiri menjadi program yang terintegrasi dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” sebutnya.
Edwin juga menekankan agar pelaksanaan CSR difokuskan pada sejumlah isu strategis, di antaranya penurunan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, pemberdayaan UMKM lokal, serta pembangunan infrastruktur dasar.
Selain itu, diperlukan pemanfaatan basis data spasial bersama untuk memastikan pemerataan program CSR agar tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati meminta seluruh perangkat daerah membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan perusahaan sebagai mitra strategis pemerintah. Sementara itu, dunia usaha diharapkan mampu menghadirkan investasi sosial yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Investasi sosial yang berkelanjutan jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar kegiatan seremonial,” terangnya. (xl)












