KUKAR IDAMAN SEP 26

Mahasiswa Kaltim Bawa Lima Tuntutan ke Jalan, dari BBM hingga Hak Angket DPRD

Foto: Situasi area Jembatan Mahakam ditutup pasa oleh peserta aksi. (Istimewa)

SAMARINDA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Kaltim menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Simpang Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6/2026) sore.

Aksi yang berlangsung di pertemuan Jalan Bung Tomo dan Jalan Slamet Riyadi itu menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jembatan Mahakam mengalami kemacetan panjang. Penutupan sebagian akses jalan oleh massa membuat antrean kendaraan mengular dari kedua arah, terlebih aksi berlangsung bertepatan dengan jam pulang kerja.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka sebut sebagai “empat sekarat satu darurat”. Isu yang diangkat mencakup persoalan nasional hingga regional yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Baca Juga  Tahan Imbang Uruguay 2-2, Tanjung Verde Buktikan Kelasnya di Piala Dunia 2026

Salah satu demonstran menyebut tuntutan pertama berkaitan dengan desakan agar pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Menurut mereka, kenaikan harga BBM berpotensi memicu kenaikan harga berbagai komoditas lain, sehingga berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Selain itu, massa aksi juga menyoroti dugaan tindakan represif terhadap masyarakat sipil dalam sejumlah penanganan demonstrasi di berbagai daerah. Mereka mendesak aparat menghentikan tindakan represif dan meminta institusi militer tetap menjalankan fungsi pertahanan negara.

Mahasiswa juga menyampaikan evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka menilai pelaksanaan kedua program tersebut masih perlu perbaikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Baca Juga  Legislator Samarinda Tegaskan Pengembang Harus Tindaklanjuti Lonsgor Di Keledang Mas

Tuntutan berikutnya berkaitan dengan pengelolaan anggaran negara dan daerah. Massa meminta pemerintah lebih efisien dan transparan dalam penggunaan APBN maupun APBD di tengah kondisi ekonomi yang dinilai semakin menantang.

Pada isu daerah, mahasiswa mendesak DPRD Kalimantan Timur segera menindaklanjuti wacana penggunaan hak angket yang sebelumnya sempat mencuat ke publik. Mereka menilai proses tersebut perlu mendapat kepastian agar tidak berlarut-larut.

Seorang peserta aksi mengatakan demonstrasi dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi atas berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama terkait kondisi ekonomi dan kebijakan publik.

Baca Juga  Kalahkan Australia 1-0, Timnas Indonesia Jaga Asa di Piala Asia U-23

Hingga malam, aksi masih berlangsung di kawasan Simpang Jembatan Mahakam dengan pengawalan aparat kepolisian. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan akibat penutupan sebagian akses jalan oleh massa demonstran. (zu)