KUKAR IDAMAN SEP 26

Pemkab Kukar Janjikan Pemulihan Hunian dan Kebutuhan Korban Kebakaran Tenggarong

Pemkab Kukar Janjikan Pemulihan Hunian dan Kebutuhan Korban Kebakaran Tenggarong
Kondisi rumah di RT 7 Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong pascakebakaran hebat, Jumat (17/7/2026) lalu. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Salah satu korban kebakaran di RT 7 Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) menceritakan hartanya hanya tersisa pakaian yang melekat ditubuh. Pria itu ialah Ariansyah, dia dan keluarganya kini harus mengungsi setelah rumah beserta seluruh harta bendanya hangus dilalap api.

Kebakaran yang terjadi pada Jumat (17/7/2026) dini hari itu menghanguskan delapan rumah dan merusak tiga rumah lainnya. Sebanyak 16 kepala keluarga atau 58 jiwa terdampak dalam musibah tersebut.

Ariansyah menceritakan, dirinya menjadi orang pertama yang mengetahui munculnya api. Saat itu ia melihat kobaran api dari jendela kamar sebelum membangunkan warga sekitar agar segera menyelamatkan diri.

“Kebetulan yang pertama kali membangunkan warga memang saya. Saya melihat api dari jendela, kemudian langsung lari ke luar mencari bantuan dan membangunkan warga-warga,” ujarnya.

Baca Juga  Dukung Ekonomi Kreatif Kukar, Puluhan Warga Ikuti Pelatihan Seni Kriya dan Wastra

Di tengah kepanikan, ia memilih memastikan istri dan anaknya selamat daripada menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.

“Semua harta dan dokumen tidak ada. Kami cuma membawa baju yang melekat di badan saja. Alhamdulillah anak dan istri selamat,” katanya.

Saat ini, Ariansyah bersama keluarganya menumpang di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Dia berharap bantuan yang dijanjikan pemerintah dapat segera direalisasikan agar keluarganya memiliki tempat tinggal kembali.

“Saya berharap bantuan itu bisa segera direalisasikan. Kami punya anak dan istri yang membutuhkan tempat tinggal. Mudah-mudahan segera ada kemudahan dari pemerintah,” ucapnya.

Baca Juga  Raih WTP Ke-12, Bupati Kukar Tegaskan Tak Tutupi Catatan BPK

Meninjau langsung lokasi kebakaran, Bupati Aulia Rahman Basri memastikan pemerintah daerah akan memprioritaskan pemulihan kebutuhan para korban.

“Pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan ini. Prioritas utama kami adalah memastikan warga bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan logistik dan uang tunai, pemerintah juga akan membantu pengurusan dokumen penting yang ikut terbakar, memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak, serta mendukung warga yang kehilangan mata pencaharian agar dapat kembali berusaha.

Aulia juga memastikan program pemulihan rumah pascakebakaran akan segera dijalankan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar.

Baca Juga  Mahasiswa Unikarta Gelar Aksi di Depan Kantor Bupati, Ini Dua Tuntutannya

“Kami sudah menginstruksikan agar program pemulihan rumah segera dieksekusi sehingga warga yang terdampak bisa kembali memiliki tempat tinggal. Mekanismenya akan difasilitasi bersama pihak kelurahan dan kecamatan sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya. (fjr)