KUKAR IDAMAN SEP 26

Situasi Aceh Diklaim Sudah Kondusif Usai Bentrokan Pengibaran Bendera Bulan Bintang

Situasi Aceh Diklaim Sudah Kondusif Usai Bentrokan Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Pengibaran bendera bulan bintang di Aceh. (istimewa)

JAKARTA – Kondisi Aceh disebut sudah kondusif usai terjadi kericuhan bentrokan antara masyarakat dan aparat usai pengibaran bendera bulan bintang dalam peringatan Hari Damai Aceh 2026, Sabtu (15/8/2026) pagi. Sebagaimana disampaikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Senin (17/8/2026).

“Saat ini, situasinya seluruhnya sudah terkendali. Beberapa kegiatan yang tentunya muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah,” ungkap Listyo tanpa menjelaskan upaya-upaya yang telah dilakukan.

Kondusifitas Aceh juga ditegaskan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. Kata dia,  situasi di wilayah tersebut masih dapat ditangani, sehingga pihaknya tidak melakukan penambahan pengamanan dari TNI. 

Baca Juga  Kelurahan Melayu Miliki Prgoram Gizi Pencegahan Stunting

“Oh, enggak, biasa itu. Kita sudah siapkan untuk mengatasi itu semua, sudah berjalan. Semua bertanggung jawab secara hukum. Kami mendukung kepolisian untuk bisa menegakkan hukum,” klaim Maruli.

Sementara itu Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengimbau semua pihak untuk menjaga ketentraman setelah terjadinya insiden tersebut. Dia berharap suasana di Aceh sudah kondusif serta semua pihak menjaga ketenangan, ketentraman, dan kedamaian. 

“Pemerintah menghormati semua elemen masyarakat Aceh yang sama-sama mencintai NKRI. Saya memastikan pemerintah terus bekerja sama dalam mengatasi kekurangan yang ada,” tutur Yusril.

Baca Juga  Kaltim Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026, 57 Peserta Jalani TC di Jakarta

“Tentu juga kita akan bekerja bersama-sama mengatasi berbagai kekurangan yang terdapat di dalam masyarakat yang menjadi tugas kita bersama untuk perbaiki keadaan,” sambungnya. 

Diketahui, sebelumnya sempat terjadi kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, tepatnya saat warga memperingati Hari Damai Aceh 2026. Kericuhan bermula saat sebagian massa dari sejumlah elemen masyarakat hendak memasang bendera bintang bulan pada salah satu tiang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman. 

Tetapi aparat TNI yang berjaga di sekitar pagar masjid melarang pemasangan bendera tersebut. Larangan kemudian diikuti beberapa kali tembakan peringatan yang dilepaskan ke udara. Lalu, suara tembakan membuat massa yang berada di halaman masjid spontan tiarap. Bentrokan antara masyarakat dan aparat pun tak terhindarkan terjadi. (xl)