KUKAR IDAMAN SEP 26
Paser  

Bupati Paser Minta Penyebab Karhutla Diselidiki, Harap Ada Tindakan Tegas untuk Pelaku

Bupati Paser Minta Penyebab Karhutla Diselidiki, Harap Ada Tindakan Tegas untuk Pelaku
Bupati Fahmi Fadli didampingi Sekda Katsul. (prokopim)

PASER – Bupati Paser dr Fahmi Fadli meminta setiap kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Paser tidak hanya ditangani melalui pemadaman. Melainkan juga ditindaklanjuti dengan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Bupati Paser saat menerima audiensi Tim Penyuluh dan Pengawas Bencana Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI Joko Steyo Putro, Staf Khusus Kasad, di Ruang VIP Kantor Bupati Paser, Senin (7/9/2026).

Fahmi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser berkomitmen memberikan respons cepat setiap kali menerima laporan kebakaran. Namun, menurutnya, setiap kejadian perlu ditelusuri agar penyebab munculnya titik api dapat diketahui secara jelas.

“Kalau ada laporan kebakaran, tugas kami adalah memberikan respons cepat. Tetapi saya juga mohon penyebab kebakaran ini dilakukan investigasi. Karena rasanya aneh apabila muncul api di tengah-tengah hutan,” ujar Fahmi dikutip dari siaran resmi.

Baca Juga  DPRD Samarinda Minta Pemkot Carikan Solusi Alternatif Bagi Warga Terdampak Penertiban Bangunan Tak Berizin

Dia juga menyoroti adanya titik api yang terdeteksi melalui satelit. Menurut Fahmi, informasi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya serta mengetahui sumber dan penyebab kebakaran.

Selain upaya pemadaman dan investigasi, Bupati Paser menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

“Saya juga mengharapkan adanya tindakan tegas untuk memberikan efek jera terhadap pelaku pembakaran lahan. Undang-undang terkait pembakaran lahan juga sudah disosialisasikan,” tegasnya.

Baca Juga  Baru Dilantik, Puluhan Kades di Paser Diingatkan Segera Susun RPJMDes

Menurut Fahmi, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga TNI, Polri serta masyarakat. Koordinasi dan pengawasan di lapangan dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan memastikan setiap laporan sesuai dengan kondisi faktual.

Dia juga menyebutkan adanya laporan kejadian kebakaran yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di lapangan. Karena itu, verifikasi dan investigasi menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla.

“Karena ada beberapa laporan kebakaran hutan dan lahan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan, tentunya ini menjadi masukan bagi kami untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan koordinasi,” ucapnya.

Baca Juga  Masuk Lima Besar, Pemkab Paser Serius Hadapi Penilaian Satyalancana Wira Karya

Fahmi berharap langkah penanganan yang cepat, disertai investigasi dan penegakan hukum, dapat mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan secara berulang serta memberikan efek jera kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. (xl)