KUKAR IDAMAN SEP 26

Hapus Stigma Disabilitas Mental, Masyarakat Kaltim Diajak Peduli Kesehatan Jiwa

Hapus Stigma Disabilitas Mental, Masyarakat Kaltim Diajak Peduli Kesehatan Jiwa
Kepala Dinsos Kaltim Jaya Mualimin. (pemprov kaltim)

SAMARINDA – Masyarakat Kaltim diajak meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa, khususnya bagi penyandang disabilitas mental. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan setiap individu memperoleh hak pelayanan, kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan sosial, serta perlakuan yang buruk tanpa stigma dan diskriminasi.

Ajakan itu disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim Jaya Mualimin dalam Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di UPTD Panti Rehabilitasi Sosial Penyayang Disabilitas Odah Bersama, Sabtu (10/10/2026).

Kata dia, dalam berbagai hal, Jaya menegaskan bahwa kesehatan jiwa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial. Kondisi sehat tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari kemampuan seseorang menjalani kehidupan secara produktif dan memberikan manfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Baca Juga  Dukungan Menggema dari Pemuka Agama untuk Keberlanjutan Program Bupati Kukar

“Kesehatan mental dan sosial berjalan berdampingan agar seseorang dapat kembali produktif dan bermanfaat bagi lingkungannya,” ujar Jaya. 

Dia menekankan, penyandang disabilitas mental memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, diperlukan dukungan bersama untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, memberikan partisipasi ruang, serta menghilangkan pandangan negatif yang dapat menghambat proses pemulihan dan reintegrasi sosial.

Menurut Jaya, penanganan kesehatan jiwa membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dinas Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, panti rehabilitasi sosial, hingga perguruan tinggi perlu memperkuat koordinasi sesuai peran masing-masing.

Baca Juga  Usai Viral di Medsos, Jembatan Mahulu Diinspeksi Gubernur Kaltim

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari pemulihan kondisi mental hingga membantu penyandang disabilitas mental kembali menjalani kehidupan bermasyarakat secara mandiri dan paksa.

Jaya juga menilai kesehatan mental dan sosial menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045. Upaya tersebut perlu didukung melalui peningkatan kesadaran masyarakat, pencegahan masalah kesehatan, serta penguatan upaya pencegahan perlindungan narkotika.

“Melalui momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Dinsos Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk terus meningkatkan kepedulian, memperkuat koordinasi, serta memberikan pendampingan kepada penyandang disabilitas mental agar hak-hak mereka dapat terwujud secara utuh,” tandasnya. (xl)