
SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Samarinda Jasno meminta Pemerintah Kota (Pemkot) lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur yang masih minim. Permintaan ini menanggapi keluhan masyarakat di daerah pemilihannya (dapil) yang mengeluhkan masalah tersebut.
Keluhan itu didapatkan Jasno tatkala melakukan reses di Dapil II yang meliputi Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut, banyak keluhan masyarakat yang diterimanya saat reses. Mulai dari keluhan kondisi infrastruktur hingga pemenuhan air bersih yang belum tersentuh sama sekali oleh PDAM.
“Banyak jalan yang belum disemenisasi, serta drainase masih minim,” tutur Jasno, Rabu (18/5/2022).
Dirinya mengakui bahwa di dapilnya termasuk daerah yang memiliki kondisi infrastruktur jalan dan drainase yang masih banyak berupa tanah. Sehingga masih butuh semenisasi atau cor.
“Begitu pula dengan drainase, karena memang program pengendalian banjir Pemkot ini, jadi hampir semua titik jalan itu sudah terealisasi,” bebernya.
Selain itu, masyarakat sampai saat ini masih mengeluh soal kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng. Yang masih terjadi di sejumlah pasar tradisional.
“Karena sampai saat ini harga minyak goreng tak kunjung stabil dan mahal,” kata Jasno.
Bukan hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan pemenuhan air bersih belum tersentuh sama sekali oleh warga di dapilnya.
“Memang untuk daerah palaran itu beberapa belum teraliri jaringan PDAM diantara daerah Bukuan,” sebutnya.
Menurut Jasno, kebutuhan air sangat penting. Semestinya Pemkot Samarinda memperhatikan kebutuhan warga yang sangat urgen untuk menunjang kehidupan sehari-harinya. (xl)












