Kukar Jadi Penyumbang Padi Tertinggi di Kaltim Sepanjang 2021

Kukar Jadi Penyumbang Padi Tertinggi di Kaltim Sepanjang 2021
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana. (istimewa)

SAMARINDA – Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah penyumbang padi tertinggi di Kaltim sepanjang 2021. Yaitu mencapai 40 persen dari total produksi padi Kaltim yang sebanyak 244.677,96 ton gabah kering giling (GKG).

“Produksi padi Kaltim yang sebanyak 244.677,96 ton GKG ini berasal dari 10 kabupaten/kota, dengan sumbangan terbanyak dari Kabupaten Kukar sekitar 104.440 ton GKG,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana, Sabtu (3/9/2022).

Terbanyak kedua disumbang Paser sekira 51.970 ton GKG, disusul Penajam Paser Utara (PPU) sekira 42.130 ton, Berau sekira 22.360 ton, Kutai Timur sekitar 13.120 ton GKG.

Kemudian Samarinda memberikan andil sekitar 6.990 ton, Kutai Barat sekitar 2.020 ton, Mahakam Ulu sekitar 930 ton, Balikpapan sekitar 350 ton, dan Bontang dengan andil yang sama dengan Balikpapan.

Baca Juga  Peningkatan Produktivitas Pertanian, Distan PPU Fokus Optimalkan Lahan

Dia menjelaskan, produksi padi Kaltim yang sebanyak 244.677,96 ton GKG ini mengalami penurunan mencapai 17.756,56 ton atau turun 6,77 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Menurutnya, penurunan produksi padi tertinggi terjadi pada Oktober 2021, yakni lebih rendah sekitar 13.346,01 ton jika dibandingkan dengan Oktober 2020.

Produksi padi tertinggi pada 2021 terjadi pada Maret, yakni mencapai 59.627,47 ton, sedangkan produksi terendah terjadi pada Desember, yakni hanya 1.770,49 ton GKG.

Untuk kondisi 2020, produksi padi tertinggi terjadi pada Maret, yakni sebanyak 55.023,29 ton, sementara produksi terendah terjadi pada Januari yang tercatat 2.592,63 ton.

Baca Juga  Ini Strategi Pemkab Kukar Tangani Meningkatnya Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Jika produksi padi Kaltim yang sebanyak 244.677,96 ton GKG tersebut dikonversi menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, sambungnya, maka setara 142.321,38 ton beras, turun 10.328,46 ton atau 6,77 persen ketimbang produksi beras pada 2020 yang sebanyak 152.649,84 ton.

Produksi padi Kaltim yang sebanyak 244.677,96 ton GKG pada 2021 tersebut berasal dari realisasi panen seluas 66.269,46 hektare (ha), turun sekira 7.298,98 ha atau 9,92 persen ketimbang luas panen pada 2020 yang mencapai 73.568,44 ha.

Baca Juga  Pemprov Kaltim Siapkan Kanal Pelaporan Resmi Gerakan Antikorupsi

“Luas panen tertinggi pada 2021 terjadi pada Maret yang mencapai 16.009,54 ha, sementara luas panen terendah terjadi pada Desember yang hanya seluas 503,58 ha,” tandas Yusniar. (xl)