KUTAI KARTANEGARA – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutai Kartanegara (Distransnaker Kukar) menyiapkan anggaran sebesar Rp5,5 miliar untuk program pelatihan kerja di tahun 2022 ini.
Kepala Distransnaker Kukar Achmad Hardi Dwi Putra mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 1.200 orang yang akan dilibatkan.
Dia menjelaskan, 300 warga Kukar mendapat pelatihan di bidang pertambangan, seperti pelatihan operator alat berat, mekanik alat berat. Ditambah 180 orang untuk perluasan pelatihan, seperti pelatihan menjahit dan tata boga.
“Dalam rangka mendukung visi misi Kukar Idaman, ditargetkan 1.200 orang pertahun,” kata Hardi.
Meski dinilai terbatas dari segi anggaran, Hardi tak habis akal. Pihaknya berhasil menggandeng sejumlah pihak seperti perusahaan pertambangan di Kecamatan Tenggarong Seberang, Muara Badak, Marangkayu, Sangasanga, dan Anggana.
Hingga September 2022, Distransnaker Kukar mencatat sudah melatih 194 orang. Hasilnya sebanyak 88 orang kini sudah bekerja, masuk dalam daftar panggilan 12 orang serta magang sebanyak 10 orang. Sedangkan yang belum bekerja sebanyak 44 orang dan sedang mengikuti pelatihan 40 orang.
Disebutkan pula, Desa Handil Terusan di Kecamatan Muara Jawa mengalokasikan ADD mereka untuk menyelenggarakan pelatihan. Total yang mengikuti pelatihan mekanik alat berat di desa tersebut sebanyak 20 orang.
“Ada 8 orang kerja di Halmahera (Maluku Utara) hasil pelatihan kami,” imbuhnya.
Langkah ini menurutnya sangat positif, pasalnya dalam menekan angka pengangguran bukan semata-mata tugas pemerintah daerah. Namun perlu peran serta pihak ketiga, terlebih perusahaan yang beroperasi di Kukar. (zu)












