Nursobah Beri Solusi Kemacetan Samarinda-Bontang

Daerah Pinggiran Belum Dapat LPJU, Nursobah Pertanyakan Skema Samarinda Berubah
Anggota komisi I Nursobah. (Istimewa)

SAMARINDA – Pengguna jalan poros Samarinda-Bontang pasti paham betul bagaimana rasanya terjebak macet di sana. Khususnya mereka yang hendak menuju Bandara APT Pranoto Samarinda. Jika tak menyiapkan waktu yang lebih lama, bisa-bisa para penumpang gagal terbang karena macet.

Kemacetan panjang di beberapa ruas jalan menuju Bandara APT Pranoto Samarinda sebenarnya merupakan konsekuensi dari perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah. Jalan di sana disemenisasi yang berdampak pada buka tutup jalan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Anggota DPRD Samarinda Nursobah memberi beberapa solusi. Pertama, dia mengusulkan agar PUPR, Dinas Perhubungan (Dishub), serta dinas terkait yang sedang melaksanakan kegiatan proyek jalan di sekitar arah jalan Bandara APT Pranoto untuk membuat rekayasa lalu lintas.

Baca Juga  Wakil Rakyat Kaltim Dorong Pemprov Lakukan Pembenahan Fasilitas Pendidikan

“Kedua, perlu ada pemberitahuan di semua media cetak dan elektronik tentang situasi ini. Ketiga, hal yang sangat dibutuhkan adalah pembangunan dan pelebaran jalan. Keempat, kenyamanan warga pengguna jasa transportasi udara juga diperlukan,” bebernya.

Kelima, pemerintah harus memastikan warga tidak putus asa atas situasi dan kemacetan yang tak terkendali. Keenam, pemerintah juga harus proaktif sebab terkait mobilitas ekonomi Samarinda.

Baca Juga  Soroti Kondisi Fasilitas Rumah Ibadah di Kukar, Agustinus Komitmen Lakukan Perbaikan

Ketujuh, kontraktor sebagai pemilik proyek jalan, jangan diam dan terkesan ala kadarnya atas situasi ini. Kedelapan, warga akan sangat kecewa jika situasi ini berlarut dan kemacetan panjang selalu terjadi. Kemudian yang kesembilan, cobalah merasakan situasi ini. Jangan abai dan terkesan tak peduli.

“Kasihan masyarakat yang berkepentingan menggunakan jasa transportasi udara jadi terhambat karena kurangnya perencanaan,” tutup Nursobah. (ded)