Peningkatan Kasus Gagal Ginjal Akut, DPRD Samarinda Imbau Orang Tua Tetap Waspada

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar.

SAMARINDA – Kasus gagal ginjal akut pada anak terus mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir. Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat sejak akhir Agustus 2022 yang lalu telah terkonfirmasi sebanyak 189 kasus yang didominasi pasien usia 1 s/d 5 tahun. Sebaran kasus tersebut masih menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah pusat maupun didaerah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Deni Hakim Anwar menyebutkan bahwa belum ada kasus terkonfirmasi di kota tepian.

Baca Juga  Cegah Stunting, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Dinkes Lakukan Pengawasan di Posyandu

“Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada (Kasus terkonfirmasi, Red.),” ujar Deni saat ditemui di Basuki Rahmat, Jumat (21/10/2022).

Namun dia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan tindakan preventif maupun antisipasi dini. Termasuk menjaga kesehatan khususnya pada anak-anak yang rentan terlebih pada masa pancaroba.

“Tetap waspada. Kami mengimbau kepada orang tua untuk terus memastikan kondisi kesehatan anak,” sambungnya.

Baca Juga  Pastikan Program RT-KU Terbaik Berjalan, Bupati Kukar Tinjau Langsung Pembangunan di Segihan

Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar kasus gagal ginjal akut misterius ini diduga dipicu oleh sejumlah senyawa berbahaya yang terkandung pada beberapa jenis obat sediaan cair atau sirop. Saat ini Kemenkes bersama BPOM dan sejumlah tenaga ahli dari Pusat Laboratorium Forensik (Pulabfor) Polri masih melakukan pemeriksaan sampel laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dan faktor resiko yang memicu terjadinya gangguan ginjal akut tersebut. (ded)