
SAMARINDA – Para pengusaha kapal wisata Sungai Mahakam sempat menyoal kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang mewajibkan mereka menggunakan e-ticketing. Sebab dengan aplikasi itu, para penumpang dipaksa menambah biaya untuk menikmati kapal tersebut.
Atas kebijakan itu, Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi mengatakan meminta para pengusaha ini mendukung langkah yang diambil pemerintah. Sebab hal itu pun dilakukan pemerintah untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang ujungnya untuk meningkatkan layanan masyarakat.
“Kalau memang niatnya baik saya juga mendukung karena itu kaitannya dengan peningkatan pendapatan asli daerah,” ujarnya.
Subandi yakin pemerintah tidak bermaksud mempersulit atau menambah beban para pengusaha. Namun hal itu dilakukan karena tuntutan era digital mengharuskan para pengusaha berinovasi. Pemerintah pun demikian juga terus mencari cara agar PAD meningkat.
“Secara bertahap pengusaha harus menyesuaikan. Yang pasti saya mendukung kebijakan itu,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda resmi menjalankan aturan baru, yang menjadi perintah dalam Surat Edaran Dirjen Hubla No S.E/OJPL/2020 tentang Penerapan E-Ticketing Kapal Penumpang di Pelabuhan, Senin (7/11/2022). (ded)












