
SAMARINDA – Ketua Komisi III Angkasa Jaya Djoerani meminta depo minyak milik Pertamina tidak berada di kawasan yang padat penduduk. Keberadaan depo itu dinilai bisa membahayakan masyarakat.
Hal ini mengingat kejadian maut yang terjadi pada Depo Plumpang, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. Insiden itu harusnya menjadi sebuah pertimbangan Pertamina untuk segera merelokasi depo tersebut.
Angkasa Jaya mengaku Depo Pertamina di kawasan jalan Cendana tersebut terlalu dekat dengan permukiman. Sehingga keamanannya juga rentan.
“Sebenarnya dalam aturan, depo tersebut memiliki zona batas aman sekitar 100 meter dari pemukiman,” kata Angkasa, Rabu (15/3/2023).
Namun karena faktor perkembangan kota dan akibat pembangunan yang dilakukan masyarakat, batas aman tersebut akhirnya menyusut. Kata dia, sebelumnya pada 2020 lalu Pertamina telah menyiapkan lahan untuk pembangunan depo baru di kawasan Palaran.
“Karena memang dalam membangun instalasi depo Pertamina itu tidaklah mudah. Mereka harus membangun tangki kemudian menggali untuk memasang pipa. Terus juga harus berdekatan dengan pelabuhan untuk bongkar muat BBM dan itu memerlukan waktu yang cukup lama,” terangnya
“Kami melihat kondisi tersebut juga terus mewanti-wanti pemerintah maupun kepada Pertamina untuk melakukan pengawasan serta penjagaan dalam hal tersebut,” sambung Angkasa.
Kendati demikian, demi keselamatan dan keamanan masyarakat yang tinggal di kawasan Jalan Cendana, DPRD Kota Samarinda mendorong Pertamina segera merelokasi Depo ke Kecamatan Palaran.
“Bagaimana pun itu juga adalah desakan pemerintah serta masyarakat yang makin berkembang. Dan kami berharap Pertamina dapat melakukan proses pemindahan tersebut,” tutupnya. (nta)












