Afif Rayhan Tegaskan Bakal Terus Sidak Kafe yang Menyimpang di Samarinda

Anggota Komisi I DPRD Samarinda Afif Rayhan Harun.

SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Samarinda Afif Rayhan Harun menegaskan pihaknya bersama Satpol PP akan terus melakukan inspeksi mendadak (sidak). Pada kafe-kafe yang dianggap menyimpang dari perizinan.

Sebelumnya Komisi I melakukan sidak ke dua Kafe yang ada di kawasan Jalan Juanda Samarinda. Dari sidak itu Dan berhasil menutup satu kafe yakni Cafe The Arion.

“Menurut laporan dari warga kafe tersebut ribut hingga pukul 03.00 Wita subuh dini hari. Setelah mendapatkan laporan tersebut, saya melakukan pengintaian sejak lama. Karena tidak memiliki bukti konkret untuk melakukan sidak, maka dari itu baru sekarang dilakukan sidak dan penutupan kafe,” ujar Afif melalui sambungan telepon.

Baca Juga  Pemkab Kukar Jalin MoU dengan SKK Migas, Strategi Siapkan Pekerjaan di Industri Migas

Sebelumnya, Afif sudah melampirkan bukti berupa mengetahui pemilik lahan, pengurus, dan pemilik kafe,serta video.

“Alhamdulillah Satpol PP sangat mendukung sekali kegiatan kami. Babinsa dan polisi juga ada, akhirnya kami semua dapat menyegel tempat yang meresahkan itu, ” katanya.

Menurut peraturan yang ada, penjaga kasir harus berstatus suami-istri. Namun ketika didapati oleh Satpol PP ternyata penjaga kasir bukan sepasang suami-istri. Bahkan, salah satunya di KTP sudah kawin.

Selain menyasar Cafe The Arion, Komisi I dan Satpol PP juga menuju ke Kafe Magara yang ada di kawasan Jalan Juanda. Hasil sidak ditemukan bekas botol miras.

“Di Magara masih saya berikan peringatan pertama. Kalau ke depannya saya mendengar masih ada keributan lagi dari warga, Magara juga akan seperti The Orion,” ujarnya.

Baca Juga  Penguatan Ekonomi Mandiri Kaum Perempuan, DP3A Kukar Gelar Bimtek Tata Boga

Seperti ke The Arion, komisi I sebelumnya mengumpulkan bukti yang diadukan oleh warga. Guna mengecek kebenarannya.

“Kami juga akan membuatkan surat panggilan kepada pemilik lahan, pemilik kafe, karena meresahkan. Bukan hanya bulan Ramadan, pukul 03.00 subuh itu sudah mengganggu masyarakat sekali, ” paparnya.

Lebih lanjut, komisi I menargetkan masih ada satu kafe lagi yang akan disidak. “Sesamarinda harus di monitoring kita enggak boleh main-main,” tegas Afif.

Dia tidak bisa menyebutkan detail sidak selanjutnya, dikarenakan khawatir bocor. Namun Afif memastikan ada target dalam sidak tersebut.

Baca Juga  Tegaskan Tak Ada Politisasi, Pemerintah Hentikan Sementara Bantuan Pangan Saat Pemilu

“Karena Samarinda sekarang punya Berani Berubah. Dan saya sebagai anak muda di Komisi I bersama teman-teman harus ikut juga dengan quote Berani Berubah,” pungkasnya. (nta)