SAMARINDA – Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kota Samarinda menggelar diskusi publik bersama mahasiswa dan berbagai elemen muda Kota Samarinda. Diskusi itu membahas sosialisasi tentang undang-undang (UU) Ibu Kota Negara (IKN). Di mana Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Budisatrio Djienadono dihadirkan untuk dapat memberikan wawasan terhadap Kaltim yang akan menjadi IKN.
Dalam kesempatan itu Budisatrio mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh kaum muda Samarinda bersedia meluangkan waktunya untuk mengikuti diskusi publik tersebut. Bahkan dirinya sangat mengapreasiasi para kawula muda di Samarinda yang berani untuk mengungkap keluh kesahnya.
“Ini yang saya sangat senang dengan seluruh anak muda di Samarinda. Dari diskusi publik saya mendapatkan aspirasi dari mereka tentang persiapan IKN seperti SDM. Bahkan banyak rehabilitasi hutan dan lahan yang selama ini terdegradasi akibat aktivitas ekonomi dan juga infrastruktur di sepuluh kabupaten/kota di Kaltim,” ucap Budi saat dtemui awak media.
Kendati itu, politisi dari partai Gerindra berharap pembangunan IKN ini tidak hanya terfokus di lahan seluas 265.000 hektare aja. Namun perhatian khususnya juga bisa diberikan kepada sepuluh kabupaten/kota di Kaltim.
“Termasuk masyarakat adat yang selama ini tinggal di IKN, semoga nantinya ada penyelesaian-penyelesaian yang baik khususnya mereka yang tinggal di IKN. Dan juga yang paling penting adalah ketahanan pangan di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Sementara itu Garin Yudha Primaditya selaku Ketua Tidar Samarinda menerangkan, para kawula muda hanya ingin diberi ruang menuangkan ide pikiran yang harus bisa direalisasikan. Salah satu di antaranya terkait IKN.
“Tidar hadir mengadakan kegiatan ini dan kami tahu Pak Budi lagi ke Samarinda. Dengan waktu singkat, alhamdulillah ratusan kawula muda ikut datang di kegiatan ini,” tuturnya.
Garin yang juga sebagai pembicara pada diskusi itu menyebutkan terkait sosialisai UU IKN itu. Menurutnya ketika sosialisasi terhadap kaum milenial, tentunya juga harus dengan milenial. Contohnya dengan cara diskusi yang dilaksanakan secara tatap muka tersebut yang diklaim merupakan salah satu langkah awal.
“Semoga kawan-kawan yang mempunyai pemikiran bagus itu tetap bertahan. Dan terus mau memberikan ide cemerlang, serta semoga pemangku kebijakan bisa merealisasikannya,” pungkasnya. (nta)












