KUKAR IDAMAN SEP 26

AS dan Iran Klaim Capai Kesepakatan Damai

Foto: Ilustrasi jabat tangan dibuat AI perwakilan Amerika Serikat dan Iran. Washington dan Teheran mengumumkan tercapainya kesepakatan damai. (AI)

JAKARTA — Amerika Serikat dan Iran mengklaim telah mencapai kesepakatan damai yang mencakup penghentian operasi militer secara permanen. Kesepakatan tersebut disebut akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6).

Pengumuman pertama disampaikan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang terlibat sebagai mediator dalam proses perundingan kedua negara.

“Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” tulis Sharif melalui media sosial X.

Menurut Sharif, kedua negara sepakat menghentikan seluruh operasi militer di berbagai front konflik, termasuk di Lebanon. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki yang disebut turut berkontribusi dalam proses mediasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut melalui platform Truth Social.

Baca Juga  Puluhan WBP Lapas Narkotika Samarinda Dapat Pembebasan Bersyarat

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sudah selesai,” tulis Trump.

Dalam unggahannya, Trump menyatakan pemerintah AS akan membuka akses pelayaran di Selat Hormuz tanpa pembatasan serta mencabut blokade angkatan laut yang sebelumnya diterapkan.

Trump juga menyebut kesepakatan tersebut akan membawa stabilitas dan keamanan bagi kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi turut mengonfirmasi bahwa kesepakatan telah dicapai dan penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss.

“Malam ini akan diumumkan berakhirnya perang dan operasi militer secara segera dan permanen di berbagai front, termasuk Lebanon,” ujar Gharibabadi melalui siaran televisi pemerintah Iran.

Media pemerintah Iran menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai kemenangan diplomatik bagi Teheran. Sejumlah media Iran bahkan telah mempublikasikan rincian draf nota kesepahaman antara kedua negara.

Baca Juga  Angka Kekerasan Seksual terhadap Perempuan di Ruang Digital Alami Peningkatan

Namun, rincian tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Iran.

Berdasarkan laporan kantor berita Mehr, beberapa poin yang disebut masuk dalam draf kesepakatan antara lain gencatan senjata permanen, pencabutan blokade laut oleh AS, pengakhiran sanksi terhadap sektor energi Iran, komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Laporan tersebut juga menyebut adanya rencana dukungan rekonstruksi bagi Iran senilai sedikitnya US$300 miliar serta kemungkinan pengesahan perjanjian akhir melalui resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Meski demikian, hingga kini belum ada dokumen resmi yang dipublikasikan kepada publik terkait isi kesepakatan tersebut.

Baca Juga  Tenggarong Seberang Ditetapkan Tuan Rumah MTQ Tingkat Kabupaten Kukar Tahun 2027

Kantor berita AFP melaporkan Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan menghadiri penandatanganan kesepakatan di Jenewa. Sementara itu, sejumlah pengamat menilai Trump kemungkinan akan menjadikan kesepakatan tersebut sebagai salah satu capaian utama kebijakan luar negerinya. (Zu)