KUKAR IDAMAN SEP 26

Bakal Jadi Destinasi Warga IKN, PPU Diharapkan Profesional Kelola Pariwisata

Bakal Jadi Destinasi Warga IKN, PPU Diharapkan Profesional Kelola Pariwisata
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik (paling kanan) saat menjajal paddling di Pantai Penajam. (istimewa)

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) diharapkan bisa profesional dalam mengelola sektor pariwisata. Hal ini lantaran PPU bakal menjadi destinasi bagi warga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Harapan ini disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik usai berkeliling di kawasan pantai Penajam, Ahad (3/12/2023). Pj Bupati Makmur Marbun turut mendampingi Akmal dalam kunjungan tersebut.

Menurut Akmal, seiring pertambahan dan pertumbuhannya, penduduk IKN terdiri aparatur sipil negara (ASN), jajaran TNI dan Polri beserta keluarga. Juga pegawai kementerian/lembaga serta perwakilan dari berbagai negara di dunia.

Baca Juga  Tegas! Gubernur Kaltim Ingatkan Pusat Antisipasi Masalah Sosial di IKN

Karena itu keberadaan kawasan dan objek wisata serta fasiltas penunjang lainnya, seperti sarana akomodasi (hotel) harus ada. Malahan mesti bagus dan layak bagi pengunjung dari IKN maupun provinsi lain di Indonesia.

“Kawasan ini memiliki potensi yang bagus dan harus dikelola secara profesional,” ungkap Akmal. 

PPU, sambung Akmal, sebagai tuan rumah harus menyambut tamu-tamunya yang sudah terbiasa dengan nuansa ibu kota. Karena itu dalam pengelolaan akomodasi tidak bisa dengan hanya menggunakan pendekatan biasa-biasa saja. 

Baca Juga  Forum Perkasa di Kelurahan Diharapkan Bisa Turunkan Angka Kekerasan pada Anak dan Perempuan

“Maka kita akan ketinggalan dan tamu nanti akan selalu pergi ke Balikpapan,” tutur Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini.

Karena itu Akmal berharap para pengelola akomodasi di bufferzone atau daerah penyangga mengembangkan sarana akomodasi dengan standar nasional bahkan internasional. Di sisi lain dia memuji pengelola kawasan hotel dan masyarakat yang taat menjaga dan memeilihara lingkungan, seperti kawasan hutan bakau (mangrove).

“Saya tadi pagi-pagi sekitar satu jam berjalan kaki juga naik paddling dan sudah melihat bakaunya. Alhamdulillah mangrovenya dipelihara dan terjaga dengan baik,” sebut Akmal. (xl)