Biaya Penyelenggaraan Pemilu Indonesia Dinilai Terlalu Mahal

Biaya Penyelenggaraan Pemilu Indonesia Dinilai Terlalu Mahal
Ilustrasi.

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid menilai biaya penyelenggaraan pemilu sangat mahal. Sehingga perlu dibahas sistem yang lebih murah dan efisien.

Menurutnya, hal ini bisa dimulai dengan membangun sistem aturan yang memunculkan demokrasi yang lebih sederhana.

”Semuanya juga akan mengakui bahwa biaya penyelenggaraan Pemilu sudah mahal. Biaya kompetisi calon juga mahal. Menurut saya ini perlu dibahas sistem yang memungkinkan semua bisa ikut dan tidak membutuhkan biaya yang mahal,” jelasnya dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema ’DPR Mengawal Demokrasi Menuju Indonesia Maju’ di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (25/8/2023).

Baca Juga  Pendaftaran Seleksi PPPK Kukar TA 2024 Tahap 2 Diperpanjang hingga 20 Januari 2025

Lebih lanjut, Politisi Fraksi PKB ini juga mengungkapkan perlu adanya kajian yang lebih mendalam terkait berbagai sistem pemilu yang pernah dijalani untuk mencari mana yang lebih efektif.

”Artinya ke depan kita koreksi dan kita selama pemilihan langsung kan berubah-ubah, ada sistem terbuka, ada semi terbuka, apa kembali ke proporsional (terbuka)? Yang saya pikir perlu kajian mana yang lebih efektif, toh hasilnya sama saja,” tutupnya. (xl)