Bonus Atlet PON Tak Kunjung Cair, DPRD Kukar Desak Pemkab Bertindak

Bonus Atlet PON Tak Kunjung Cair, DPRD Kukar Desak Pemkab Bertindak
RDP Komisi IV DPRD Kukar bersama pihak terkait mengenai permasalahan bonus serta uang saku atlet dan pelatih pada PON Sumut 2024. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Kekecewaan dan kegelisahan mewarnai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (22/7/2025). Rapat ini membahas mandeknya pencairan bonus dan uang saku bagi atlet dan pelatih Kukar peraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara tahun 2024.

Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal. Hadir dalam rapat ini Kepala Dispora Kukar, Ketua KONI Kukar serta Forum Pengurus Cabang Olahraga Kukar.

Permasalahan utama yang dibahas adalah belum cairnya uang saku dan bonus atlet dan pelatih yang telah berprestasi membawa nama daerah. Hingga pertengahan 2025 ini, pencairan belum dilakukan, sementara daerah lain sudah memberikan hak kepada atletnya.

“Jujur, kami sangat kecewa. Atlet kita sudah berjuang di tingkat nasional, tapi bonusnya belum juga diberikan. Sementara di daerah lain, itu sudah selesai,” kata anggota Komisi IV DPRD Kukar Budiman.

Dia juga menyebut dahulu Kukar adalah daerah yang jadi incaran para atlet karena pemberian bonusnya yang besar. Kukar dikenal sebagai daerah yang paling memperhatikan atlet dengan bonusnya salah satu yang paling tinggi di Kaltim.

Budiman menegaskan, Pemkab Kukar seharusnya bisa menyelesaikan persoalan ini. “Kalau daerah lain bisa kasih bonus, kenapa Kukar tidak? Apa kurang uangnya? Ini masalah kemauan. Tinggal buat aturan pendukung, misalnya Peraturan Bupati,” ujarnya.

Anggota DPRD Dapil IV tersebut menolak alasan bahwa aturan pusat jadi penghalang. Menurutnya, semua pihak seharusnya mencari jalan keluar, bukan lempar tangan.

“Jangan cuma beralasan ada aturan yang mengikat. Kalau begitu terus, ya tidak akan pernah selesai. Kita ini punya kewenangan membuat regulasi di daerah,” tuturnya.

DPRD Kukar mendorong agar Pemkab Kukar, KONI dan para atlet segera duduk bersama untuk membuat regulasi yang jelas soal pemberian bonus atlet. DPRD juga menyatakan siap mengawal proses ini agar atlet Kukar mendapatkan haknya.

Politisi Partai Golkar tersebut juga meminta agar tidak ada perbedaan perlakuan dalam pemberian bonus.

“Semua yang berprestasi harus dihargai sama. Jangan sampai yang satu dapat besar, yang lain malah tidak dapat. Itu bikin atlet kecewa dan merasa tidak dihargai,” pungkasnya. (fjr)

Baca Juga  Subandi Dukung Program Jeng Rinda Dapat Kurangi Minyak Jelantah di Samarinda