Paser  

Bupati Paser Tegaskan Perusahaan Harus Berpartisipasi Aktif Bantu Pelihara Jalan

Bupati Paser dr Fahmi Fadli. (Humas Paser)

PASER – Bupati dr Fahmi Fadli menegaskan setiap perusahaan di Paser harus ambil bagian dan berpartisipasi aktif dalam memelihara jalan. Khususnya bagi mereka yang sering melewati setiap hari sebagai angkutan produksi dan logistik.

“APBD tetap sebagai sumber utama yang digunakan untuk meningkatkan kualitas jalan. Tetapi jangan lupa, karena kita menggunakan jalan sama-sama, maka kita juga harus bersama memeliharanya,” ucap Fahmi..

Karenanya dia meminta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Joko Bawono berkoordinasi dengan perusahaan kelapa sawit. Untuk memperbaiki bagian jalan yang rusak, terutama yang kategori parah.

Fahmi mencontohkan jalan dari Kerang menuju Tanjung Aru yang saat ini sedang ada pekerjaan di beberapa titik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser. Di luar dari bagian yang sedang dikerjakan itu, ada yang tiba-tiba rusak karena hujan dan sering dilewati kendaraan berat. 

Baca Juga  Polresta Samarinda Ringkus Komplotan Pengedar Sabu-Sabu di Temindung 

Kerusakan ini tidak banyak, namun jika dibiarkan maka kendaraan kecil akan susah lewat. Seperti hasil survei Prokopim untuk pada pekan ketiga Oktober 2025, bahwa di jalur darat MTQ Tanjung Aru, ada setidaknya 3 titik terparah yang susah dilewati kendaraan. Yang pertama, jalan tanah di Desa Lomu, yang penuh dengan lumpur pekat, berpotensi membuat kendaraan amblas.

Kedua, perbatasan Keladen – Random yang sama sekali tidak bisa dilewati selain kendaraan 4-wheel drive. Saat Prokopim datang, warga setempat menyarankan untuk lewat perkebunan sawit. Jalur ini memang aman, dan bisa dilewati semua kendaraan. Kendalanya, lebih jauh, dan kalau tidak ada yang memandu maka pengguna jalan bisa kesasar di dalamnya.

Baca Juga  Serangan Buaya Marak di Paser, Bupati Instruksikan Pasang Tanda Peringatan

Ketiga, jalan di Dusun Ipi Desa Tanjung Aru. Sama dengan jalan kedua, namun yang ini tidak ada pilihan jalan lain. Untuk bisa dilewati, harus diperbaiki. Untuk ketiga titik ini, semua bisa diperbaiki dengan bantuan perusahaan sebelum pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Paser di Tanjung Aru yang akan dimulai 13 November 2025.

Kafilah MTQ memang disarankan untuk lewat jalur Simpang Batu-Lori dengan naik kapal. Namun akan ada yang menggunakan kendaraan sendiri lewat jalan darat meski lebih jauh dan lama.

Lokasi lain yang sempat disinggung Bupati adalah jalur Simpang Pait menuju Muara Lambakan. Ini juga selalu diperbaiki dengan dana APBD, namun sering juga rusak.

Baca Juga  Ini Dia Nama-Nama Juara Grand Final Duta Wisata dan Putri Pariwisata Samarinda 2025

Sama dengan jalur selatan yaitu Kerang-Tanjung Aru, Bupati juga meminta perusahaan setempat bisa bantu perbaiki titik yang rusak parah, agar mudah dilewati anak-anak ke sekolah, petani ke kebun, dan mobilitas lainnya yang menggunakan kendaraan roda dua dan mobil kecil. (xl)