
SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Damayanti mengungkapkan keprihatianannya atas insiden penganiayaan yang terjadi hingga menewaskan salah seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) di Samarinda Utara.
Menurut Informasi dari Kapolsek Sungai Pinang AKP Noor Dhianto, pelaku menganiaya korban hingga meninggal dunia. Penganiayaan berujung maut ini terjadi setelah AF menuduh korban mencuri uang miliknya sebesar Rp200 ribu.
“Pada prinsipnya saya turut prihatin atas kejadian ini dan tentunya ini adalah pembelajaran kita bersama,” ucapnya.
Pembelajaran dimaksud ialah pentingnya, pembentukan karakter sejak usia dini. Dengan tujuan, untuk membentuk kepribadian anak dengan baik. Sehingga, kelak dewasa telah menjadi pribadi yang baik dan berakhlak mulia.
“Inilah pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini. Hal ini perlu diperhatikan dan menjadi patokan setiap keluarga, agar ke depannya dapat memberikan manfaat kepada sesama manusia dan lingkungannya,” terang Damayanti.
Politisi PKB ini berharap kejadian ini tidak terulang lagi dan bisa menjadi pelajaran untuk semua. Baik untuk orang tua, guru, anak, dan masyarakat Samarinda.
“Semoga hal-hal yang seperti ini tidak terulangi lagi. Dan mudah-mudahan ini bisa menjadi pembelajaran buat kita bersama, untuk lebih mengawasi diri dan lebih berpikir positif dalam menanggapi setiap persoalan yang ada,” pungkasnya. (zu)












