
SAMARINDA – Keputusan pemerintah pusat untuk mengalihkan subsidi BBM yang berdampak pada kenaikan harga BBM, juga memberikan dampak tersendiri yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung. Perlahan tetapi pasti, sejumlah bahan pokok jelas ikut mengalami kenaikan harga lantaran ongkos angkut barang terpengaruh harga BBM.
Melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH), pemerintah menggelar pasar murah. Namun pasar murah itu hanya terkonsentrasi di satu dua titik saja. Hal itu tidak akan berpengaruh banyak pada gejolak kenaikan harga. Pemerintah pun didorong agar lebih banyak menggelar pasar murah di beberap titik kota.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fakhruddin pun mendukung langkah pemerintan tersebut. Menurutnya pasar murah harus semakin diperbanyak, jika perlu digelar per wilayah.
“Keberadaan Pasar Murah tentu sangat membantu masyarakat. Ini bisa bermanfaat untuk memperbaiki daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga BBM,” paparnya.
Selain pendistribusian bahan pangan melalui pasar murah, pemerintah juga harus memperhatikan ketersediaan bahan. Pengendalian ini harus terus dilakukan apalagi menjelang momen momen tertentu, sebut saja Ramadan, Iduladha, natal dan tahun.
“Jangan sampai kebutuhan masyarakat sulit terpenuhi karena ketersediaan bahan pangannya minim. Hal itu bisa menyebabkan inflasi tak terkendali,” tegasnya. (ded)












