SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mendorong pengadaan akses sanitasi yang aman dan memadai. Hal ini dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat Benua Etam.
Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, akses sanitasi yang aman dan yang memadai adalah satu pondasi penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Termasuk juga dalam hal penurunan angka stunting.
“Tentu tinja yang dikelola dengan aman dapat mengurangi risiko berbagai penyakit seperti diare, kolera, sampai juga penurunan angka stunting pada balita yang menjadi salah satu fokus isu kesehatan di Indonesia saat ini,” terang dalam dialog dan penandatangan komitmen terhadap percepatan stop buang air besar sembarangan (SBS) tahun 2024, Senin (18/11/2024).
Kata Jaya, Indonesia terus bekerja keras untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Yaitu mencapai akses sanitasi yang memadai dan merata untuk semua pada tahun 2030.
“Pemerintah menargetkan 0 persen buang air besar sembarangan, dan 15 persen akses sanitasi aman di tahun 2024,” sebutnya.
Karena itulah Dinkes melakukan penandatanganan komitmen bersama 10 kabupaten kota dalam stop buang air besar tahun 2024. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penganugerahan penghargaan Gubernur Kaltim kepada pemerintah kabupaten kota pada penilaian kinerja dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2024. (xl/advdiskominfokaltim)












