KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) memastikan ketersediaan serta keamanan hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.
Kepala Distanak Kukar Muhammad Taufik menyampaikan, pihaknya telah mempersiapkan pasokan sapi sejak jauh hari. Selain melalui pengadaan pemerintah daerah, ketersediaan hewan kurban juga didukung sejumlah penyedia tetap yang rutin menyalurkan sapi setiap tahunnya.
“Stok sapi sudah disiapkan dari awal. Selain dari pengadaan pemda, juga ada penyedia tetap. Namun kami juga berharap sapi-sapi lokal dapat turut menambah jumlah ketersediaan untuk tahun ini,” ujar Taufik saat ditemui, Jumat (23/5/2025).
Menurutnya secara umum ketersediaan hewan kurban di Kukar berada dalam kondisi aman, bahkan cenderung berlebih. Taufik mengungkapkan, banyak penawaran hewan kurban yang masuk baik dari Kelurahan Maluhu, Kelurahan Loa Ipuh, maupun wilayah lain di Tenggarong dan sekitarnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa sekitar 90 persen pasokan sapi masih didatangkan dari luar daerah, seperti Sulawesi, Bali, NTB, dan NTT. Selain itu, dalam hal pemeriksaan hewan kurban, Distanak Kukar memastikan kesehatan hewan kurban, melalui pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh petugasnya, untuk mencegah penyakit berbahaya.
“Petugas di lapangan telah melakukan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan. Semua itu tercatat sebagai bukti bahwa hewan telah melalui tahapan pengawasan,” terang Taufik.
Dia menjelaskan, kriteria hewan yang layak dikurbankan dilihat dari berbagai aspek kesehatan, termasuk kondisi mata yang menjadi indikator awal kondisi fisik sapi. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan yang berkompeten.
Untuk meminimalisir penyakit hewan, khusus hewan kurban dari luar daerah, ada proses seleksi dan karantina yang dilakukan dengan ketat sejak di daerah asal.
“Dilakukan dua kali pengambilan sampel darah yang kemudian diperiksa di laboratorium, sebagai bagian dari protokol kesehatan untuk memastikan sapi benar-benar bebas penyakit,” tegas Taufik. (fjr)












