
SAMARINDA – DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bakal membahas solusi pencegahan kematian ibu dan bayi. Hal ini merespon angka kematian ibu dan bayi yang mengalami kenaikan.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Ahmat Sopian Noor menyatakan pihaknya bakal menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak terkait. Dalam penanganan kesehatan dan persalinan Kota Samarinda.
“Kami akan panggil para pihak terkait, untuk melakukan RDP mengenai yang masalah ibu dan bayi. Artinya kami akan membahas persoalan bagaimana kita bisa meminimalisasi kematian ibu dan bayi ini agar tidak makin meningkat khususnya di Kota Samarinda,” terang politisi Golkar ini.
Dia juga mengaitkan, tentang mencegah stunting yang terjadi kepada anak-anak yang ada di Samarinda. Karena itu, Ahmat tidak ingin angka stunting ini juga meningkat seperti angka kematian ibu dan bayi.
“Ini Juga, jangan sampai ketika anak itu sudah lahir dengan normal, malah terkena stunting. Pertumbuhan anak kurang sehat, hanya karena kurang vitamin, tentu itu sangat sayang sekali. Anak-anak harus diperhatikan apalagi mereka generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mencatat angka kematian ibu dan bayi naik menjadi 73 korban jiwa per tahunnya. Kasus tersebut secara merata dirasakan semua kabupaten/kota se-Kaltim.
Angka kematian tertinggi di Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 24 kasus dan Kota Samarinda berjumlah 20 kasus. Sedangkan di daerah lainnya di bawah 5 kasus.
Menurut Dinkes Kaltim, peristiwa meninggalnya ibu dan bayi disebabkan beberapa hal. Di antaranya karena terlambat dalam penanganan dan terlambat dalam diagnosis. (zu)












