KUKAR IDAMAN SEP 26

Dua Hari Dicari, Bocah 11 Tahun yang Tenggelam di Pantai Kemala Ditemukan Meninggal

Jasad korban dievakuasi Tim SAR di Pantai Kemala Balikpapan. (Kantor SAR Balikpapan)

BALIKPAPAN – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan AB (11), bocah yang dilaporkan tenggelam di perairan Pantai Kemala, Balikpapan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pagi, setelah dua hari pencarian.

Komandan Regu (Danru) Basarnas Balikpapan, Nur Ngalim, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 09.25 Wita di perairan yang berjarak sekitar 200 meter dari titik awal korban diduga tenggelam.

“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dari arah lokasi kejadian kurang lebih 200 meter. Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan,” ujar Ngalim.

Baca Juga  Indonesia Belum Bersikap Terkait Aksi Terorisme Amerika Serikat di Venezuela

Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR dan instansi terkait resmi dihentikan. Seluruh personel yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.

Ngalim menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat sejak hari pertama pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang terlibat dari awal hingga korban ditemukan. Semoga apa yang kita lakukan menjadi nilai ibadah,” katanya.

Baca Juga  Camat Diminta Dukung Fasilitas Relawan PMI yang Kawal Masyarakat Saat Mudik

Sebelumnya, korban dilaporkan tenggelam saat berenang bersama tiga temannya di Pantai Kemala sekitar pukul 09.30 Wita, Sabtu (11/7/2026). Saat itu kondisi laut sedang pasang dengan arus cukup deras yang diduga menyeret korban.

Pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil sehingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 Wita dan dilanjutkan keesokan harinya.

Selama proses pencarian, Tim SAR mengerahkan rubber boat, speed boat, peralatan selam, serta personel SAR air untuk menyisir lokasi kejadian.

Basarnas mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama dengan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah kejadian serupa terulang. (zu)