SAMARINDA – Rencana Pemerintah Kota Samarinda terkait revitalisasi Pasar Pagi masih terus menjadi perbincangan. Khususnya di kalangan para pedagang.
Sebelumnya, Forum Pedagang Pasar Pagi (FP3) merasa khawatir terhadap rencana relokasi. Para pedagang mengkhawatirkan terkait lokasi yang nantinya akan menjadi opsi untuk berdagang sementara.
Ketua Komisi II DPRD SamarindaFuad Fakhruddin mengatakan, pedagang tak perlu khawatir terkait rencana pemerintah tersebut. Kata dia, apa yang tengah digencarkan oleh Pemkot Samarinda ini merupakan salah satu upaya dalam penataan kota menjadi lebih baik.
“Saya kira besar keinginan pemerintah dalam menata kota ini sangat besar, dan boleh dikatakan akan memiliki pengaruh, apalagi kita akan menyambut IKN,” jelasnya, Rabu (13/9/2023).
Selain itu revitalisasi pasar pagi menurut Fuad sangat perlu dilakukan. Mengingat usia teknis bangunan legendaris ini sudah berdiri sejak lama dan belum pernah dilakukan peremajaan bangunan.
“Pasar itu sendiri kalau kita lihat memang sudah tidak layak. Di samping itu ada penyempitan jalan, penataan di dalam juga kurang baik, terkait parkir, dan pengelolaan ruko dari tangan ke tangan,” imbuhnya.
“Apalagi pasar ini kan ikon yang akan terus digaungkan sebagai pusat peradaban, ini salah satu langkah baik,” sambung Fuad.
Kendati demikian, dia memberikan dukungannya kepada upaya pemerintah dalam menggencarkan revitalisasi pasar pagi. Terlepas itu, terkait kekhawatiran pada pedagang terhadap rencana relokasi yang akan dilakukan nantinya, Fuad mengimbau pedagang tak perlu khawatir.
“Jadi jangan khawatir pemerintah akan lalai dan meninggalkan pasar, itu tidak mungkin. Karena pasar akan terus diperbaiki dari tahun ke tahun, ini juga menjadi keuntungan bagi kita,” serunya.
“Bagaimana ekonomi kita bisa bangkit kalau pasar tidak diperhatikan. Makanya kenapa ambisi pemerintah kota untuk membangun pasar ini merupakan langkah baik, ya karena itu,” tutup Fuad. (nt)












