Eksploitasi Anak Mencuat Lagi, Pemkot Balikpapan Siapkan Penindakan Tegas

Foto : Ilustrasi. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Dugaan praktik eksploitasi anak kembali mencuat di Kota Balikpapan. Sejumlah anak terlihat menjajakan tisu di perempatan lampu merah kawasan padat lalu lintas. Fenomena ini langsung memicu reaksi cepat dari Pemerintah Kota Balikpapan.

Wali Kota melalui Satpol PP dan Dinas Sosial (Dinsos) menginstruksikan langkah tegas. Kepala Satpol PP Balikpapan, Budi Liliono, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir keberadaan anak-anak di jalanan.

“Anak-anak tidak seharusnya berada di jalan, apalagi bekerja. Kami panggil orang tua mereka dan beri peringatan keras. Bila terbukti mengulangi, kami tak segan melanjutkan ke jalur hukum karena ini masuk kategori eksploitasi anak,” ujarnya, Rabu (17/9).

Baca Juga  Targetkan 45 Unit Pelayanan, Program Makan Bergizi Gratis di Kukar Segera Berjalan

Sementara itu, Kepala Dinsos Balikpapan, Edy Gunawan, mengakui adanya kendala fasilitas. Saat ini, pihaknya belum memiliki rumah penampungan khusus untuk anak-anak jalanan.

“Setelah asesmen, biasanya kami kembalikan ke orang tua dengan surat pernyataan. Namun kenyataannya, banyak yang kembali lagi ke jalan karena tekanan ekonomi,” jelasnya.

Edy juga mengungkap adanya indikasi keterlibatan pihak ketiga yang diduga mengoordinasi anak-anak untuk bekerja di jalanan.

“Kami terus kumpulkan data dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak pelaku di balik layar,” tambahnya.

Baca Juga  Musyawarah Jadi Nafas Baru, Wiwid Marhaendra Pimpin SMSI Kaltim

Sebagai langkah jangka panjang, Dinsos menggulirkan program pemberdayaan ekonomi keluarga, seperti pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, dan dukungan ekonomi kreatif. Edy menegaskan, solusi permanen membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat.

“Anak-anak harus berada di sekolah, bukan di jalanan. Perlu edukasi dan kepedulian bersama agar praktik ini berhenti total,” tegasnya.

Meski jumlah anak jalanan disebut menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Balikpapan menilai masalah ini tetap menjadi pekerjaan rumah serius yang memerlukan sinergi lintas instansi secara berkelanjutan. (Zu)